Akselerasi Transformasi Digital Butuh Kolaborasi Multipihak
Sabtu, 18 Desember 2021 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Menjawab Tantangan Global
Dalam orasi ilmiah yang dihadiri Rektor Universitas Hamzanwadi Sitti Rohmi Djalilah dan segenap pimpinan serta pengajar, Ismail juga memaparkan apa saja yang sedang dan akan Kemenkominfo lakukan untuk menjawab tantangan global tersebut. Ismail mengatakan, yang penting untuk segera dilakukan, baik pemerintah atau sektor swasta, adalah mendorong terjadinya percepatan transformasi digital di Indonesia.
Transformasi digital setidaknya mencakup penyusunan rencana dan dasar hukum, pemerataan pembangunan infrastruktur digital dan ekosistem yang mumpuni, dan terakhir pentingnya membangun budaya digital. "Budaya digital perlu dibangun dalam konteks bagaimana kita bisa memanfaatkan bonus demografi Indonesia," kata Ismail.
Baca juga: Bernilai Rp2.044 T di 2025, Menko Luhut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Selain itu, yang perlu segera dijawab adalah masih adanya ketimpangan antara ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan jumlah yang dibutuhkan. Ismail menyebut, kebutuhan nasional atas SDM TIK untuk usaha menengah dan besar adalah 300.000 pada 2020. Sementara itu, menurut World Economic Forum (WEF), jumlah yang secara global dibutuhkan rata-rata mencapai 600.000 per tahun.
"Karena ini, kami komitmen untuk ikut mengakselerasi kompetensi SDM digital nasional dengan menargetkan 300.000 SDM digital terlatih/tersertifikasi pada tahun 2024," kata Ismail. "Agar apa? Agar ini tidak sampai berdampak pada stagnasi produktivitas ekonomi digital karena kurang optimalnya penyerapan SDM dengan kompetensi TIK," ujarnya.
Penawaran Program Pengembangan Talenta Digital
Untuk menjawab tantangan SDM, Kemenkominfo komitmen untuk mengadakan beberapa program pengembangan talenta digital. Program pertama yang akan diselenggarakan adalah digital leadership academy. Progam ini merujuk pada pelatihan untuk para pengambil kebijakan di institusi pemerintah atau pun swasta. "Tapi, institusi yang dimaksud di sini adalah yang bekerja di bidang teknologi digital," katanya.
Dalam orasi ilmiah yang dihadiri Rektor Universitas Hamzanwadi Sitti Rohmi Djalilah dan segenap pimpinan serta pengajar, Ismail juga memaparkan apa saja yang sedang dan akan Kemenkominfo lakukan untuk menjawab tantangan global tersebut. Ismail mengatakan, yang penting untuk segera dilakukan, baik pemerintah atau sektor swasta, adalah mendorong terjadinya percepatan transformasi digital di Indonesia.
Transformasi digital setidaknya mencakup penyusunan rencana dan dasar hukum, pemerataan pembangunan infrastruktur digital dan ekosistem yang mumpuni, dan terakhir pentingnya membangun budaya digital. "Budaya digital perlu dibangun dalam konteks bagaimana kita bisa memanfaatkan bonus demografi Indonesia," kata Ismail.
Baca juga: Bernilai Rp2.044 T di 2025, Menko Luhut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Selain itu, yang perlu segera dijawab adalah masih adanya ketimpangan antara ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan jumlah yang dibutuhkan. Ismail menyebut, kebutuhan nasional atas SDM TIK untuk usaha menengah dan besar adalah 300.000 pada 2020. Sementara itu, menurut World Economic Forum (WEF), jumlah yang secara global dibutuhkan rata-rata mencapai 600.000 per tahun.
"Karena ini, kami komitmen untuk ikut mengakselerasi kompetensi SDM digital nasional dengan menargetkan 300.000 SDM digital terlatih/tersertifikasi pada tahun 2024," kata Ismail. "Agar apa? Agar ini tidak sampai berdampak pada stagnasi produktivitas ekonomi digital karena kurang optimalnya penyerapan SDM dengan kompetensi TIK," ujarnya.
Penawaran Program Pengembangan Talenta Digital
Untuk menjawab tantangan SDM, Kemenkominfo komitmen untuk mengadakan beberapa program pengembangan talenta digital. Program pertama yang akan diselenggarakan adalah digital leadership academy. Progam ini merujuk pada pelatihan untuk para pengambil kebijakan di institusi pemerintah atau pun swasta. "Tapi, institusi yang dimaksud di sini adalah yang bekerja di bidang teknologi digital," katanya.
Lihat Juga :