BPIP: Nahdlatul Ulama Penting Dalam Pengarusutamaan Pancasila
Sabtu, 18 Desember 2021 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Lalu alasan ketiga, pengakuan hukum internasional bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia didasarkan pada semangat persatuan yang dibingkai oleh Pancasila sebagai dasar negara. "NU sangat berjasa bagi NKRI. Kami percaya dapat membantu mensosialisasikan nilai Pancasila sesuai pemahaman ke-NU-an yang mereka miliki. Sosialisasi tidak top down tapi dari bawah lewat local wisdom," tutur Yudian. Baca juga:
Sementara itu, Ketua PWNU Jabar Juhadi Muhammad menilai peran BPIP dalam pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila sangat penting. Guna menambah wawasan dan pencerahan kepada masyarakat. Sebagai bagian komitmen untuk mengokohkan bangsa Indonesia.
"Tidak boleh ada satupun bangsa kita tercoreng dengan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. NU ada di garda terdepan mempertahankan NKRI," ujar Juhadi.
Dia prihatin belakangan ini ada oknum kelompok yang menggunakan agama untuk pembenaran diri sendiri. "Pendapat orang lain dianggap salah. Seharusnya bagaimana kita mengisi kemerdekaan, membangun SDM, mengelola SDA sehingga Indonesia makmur," tutur Juhadi. Baca juga: Menko Airlangga Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Persiapan Muktamar ke-34 NU untuk Kepatuhan Penerapan Prokes
Dialog Kebangsaan ini diikuti langsung oleh 200 peserta dengan protokol kesehatan. Hadir pula Deputi I BPIP Prakoso serta perwakilan dari Gubernur Jawa Barat, Polda Jabar, dan Pangdam Siliwangi. Ada pula sesi diskusi panel yang menghadirkan Anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Aziz Hakim, dan Direktur Pengkajian BPIP M Sabri.
Sementara itu, Ketua PWNU Jabar Juhadi Muhammad menilai peran BPIP dalam pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila sangat penting. Guna menambah wawasan dan pencerahan kepada masyarakat. Sebagai bagian komitmen untuk mengokohkan bangsa Indonesia.
"Tidak boleh ada satupun bangsa kita tercoreng dengan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. NU ada di garda terdepan mempertahankan NKRI," ujar Juhadi.
Dia prihatin belakangan ini ada oknum kelompok yang menggunakan agama untuk pembenaran diri sendiri. "Pendapat orang lain dianggap salah. Seharusnya bagaimana kita mengisi kemerdekaan, membangun SDM, mengelola SDA sehingga Indonesia makmur," tutur Juhadi. Baca juga: Menko Airlangga Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Persiapan Muktamar ke-34 NU untuk Kepatuhan Penerapan Prokes
Dialog Kebangsaan ini diikuti langsung oleh 200 peserta dengan protokol kesehatan. Hadir pula Deputi I BPIP Prakoso serta perwakilan dari Gubernur Jawa Barat, Polda Jabar, dan Pangdam Siliwangi. Ada pula sesi diskusi panel yang menghadirkan Anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Aziz Hakim, dan Direktur Pengkajian BPIP M Sabri.
(kri)
Lihat Juga :