Perempuan Bangsa Dorong Aksi Bersama Atasi Darurat Kekerasan Seksual
Sabtu, 18 Desember 2021 - 15:05 WIB
loading...
Ketua DPP Perempuan Bangsa Siti Mukaromah mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi darurat kekerasan seksual di Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Seluruh elemen bangsa harus kompak melakukan aksi bersama dalam mengatasi darurat kekerasan seksual di Indonesia. Aksi bersama ini harus melibatkan lintas kementerian dan lembaga-lembaga terkait agar berjalan dengan efektif.
"Aktivis, politisi, pengusaha, ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, kementerian, maupun lembaga dan organisasi-organisasi harus melakukan aksi bersama dalam mengatasi permasalahan Indonesia darurat kekerasan seksual," kata Ketua DPP Perempuan Bangsa Siti Mukaromah, dalam Pelantikan DPC Perempuan Bangsa, di Bogor, Sabtu (18/12/2021).
Di hadapan perempuan-perempuan partai yang tergabung dalam Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Bogor, Erma menjelaskan, bentuk aksi bersama tersebut misalnya dengan memberikan aturan tegas di lingkungan pesantren terhadap pelanggaran atau kasus pelecehan. Kemudian melakukan edukasi kepada santri. "Pengusaha misalnya, ciptakan suasana kerja yang kondusif. Aturan dan budaya kerja juga mengarah pada upaya pencegahan kekerasan seksual," katanya.
Baca juga: KPAI Ungkap 88% Guru Jadi Pelaku Kekerasan Seksual di Sekolah
Aksi bersama, menurut Erma, juga dapat dilakukan dengan tetap berada di rumah, meminimalisir kontak fisik. Misalnya dengan melakukan diskusi-diskusi maupun sosialisasi secara online. Erma menilai, Indonesia saat ini mengalami darurat kekerasan seksual. "Saya khawatirkan ini adalah fenomena gunung es. Apa yang tidak muncul dipermukaan justru lebih besar," ujarnya.
"Aktivis, politisi, pengusaha, ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, kementerian, maupun lembaga dan organisasi-organisasi harus melakukan aksi bersama dalam mengatasi permasalahan Indonesia darurat kekerasan seksual," kata Ketua DPP Perempuan Bangsa Siti Mukaromah, dalam Pelantikan DPC Perempuan Bangsa, di Bogor, Sabtu (18/12/2021).
Di hadapan perempuan-perempuan partai yang tergabung dalam Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Bogor, Erma menjelaskan, bentuk aksi bersama tersebut misalnya dengan memberikan aturan tegas di lingkungan pesantren terhadap pelanggaran atau kasus pelecehan. Kemudian melakukan edukasi kepada santri. "Pengusaha misalnya, ciptakan suasana kerja yang kondusif. Aturan dan budaya kerja juga mengarah pada upaya pencegahan kekerasan seksual," katanya.
Baca juga: KPAI Ungkap 88% Guru Jadi Pelaku Kekerasan Seksual di Sekolah
Aksi bersama, menurut Erma, juga dapat dilakukan dengan tetap berada di rumah, meminimalisir kontak fisik. Misalnya dengan melakukan diskusi-diskusi maupun sosialisasi secara online. Erma menilai, Indonesia saat ini mengalami darurat kekerasan seksual. "Saya khawatirkan ini adalah fenomena gunung es. Apa yang tidak muncul dipermukaan justru lebih besar," ujarnya.
Lihat Juga :