Transformasi Digital dan Inovasi Dorong Kinerja Positif Jasa Raharja
Kamis, 16 Desember 2021 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rakornas Samsat, Jasa Raharja Dukung Digitalisasi Samsat
Langkah transformasi digital untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan aplikasi JRKu dan Sistem Verifikasi Rawatan (Sivera). Integrasi sistem pelayanan santunan dengan Korlantas Polri, sistem kependudukan dan catatan sipil, BPJS Kesehatan dan rumah sakit juga terus dilakukan.
Dari sisi operasional, PT Jasa Raharja dalam menyelenggarakan pelayanan kepada public juga berhasil meningkatkan kecepatan pelayanan proses klaim santunan yang semakin baik dan cepat, di mana rata-rata kecepatan penyerahan santunan meninggal dunia adalah 1 hari 10 jam lebih cepat 1 hari 14 jam dari target 3 hari dan lebih cepat 5 jam dari tahun lalu yaitu 1 hari 15 jam, di mana total santunan yang diserahkan senilai Rp1,73 T naik 0,8% dari periode yang sama tahun lalu,” tambah Rivan.
Tidak hanya pelayanan santunan program pencegahan kecelakaan juga tak luput dilakukan salah satunya dengan mengintegrasikan sistem electronic traffic law enforcement dengan aplikasi JRKu. Demikian juga kegiatan pencegahan yang bersifat edukatif berupa pelatihan kepada awak angkutan, pelatihan penanganan korban lakalantas bagi masyarakat untuk mengurangi fatalitas. Juga kegiatan bersifat partisipatif berupa sinergi dengan stakeholders Korlantas Polri, Kemenhub, lima pilar keselamatan jalan dalam bentuk safety campaign bersama dan tentunya kegiatan bersifat preventif yaitu, pendistribusian alat-alat/saranapencegahan kecelakaan, dan program seperti mudik online.
Sementara itu, Jasa Raharja juga berkontribusi di bidang sosial bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Dimanadalam merealisasikannyaberpedoman kepada empat pilar TJSL yaitu pilar lingkungan, pilar sosial, pilar hukum dan tata kelola dan pilar ekonomi.
Pilar lingkungan misalnya, melaksanakan program pengembangan Kawasan Ekowisata Kulati Sulawesi Tenggara, penanaman mangrove dan tabebuya. Pilar sosial telah dilaksanakan progam vaksinasi, traffic hero, youth traffic innovation dan progam pelatihan disabilitas. Di pilar hukum dan tata kelola dilaksanakan program RAN P4GN bersama BNN di beberapa cabang. Sementara pada pilar ekonomi dilakukan pendanaan kepada UMK melalui sinergi dengan PT Bahana Artha Ventura.
Langkah transformasi digital untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan aplikasi JRKu dan Sistem Verifikasi Rawatan (Sivera). Integrasi sistem pelayanan santunan dengan Korlantas Polri, sistem kependudukan dan catatan sipil, BPJS Kesehatan dan rumah sakit juga terus dilakukan.
Dari sisi operasional, PT Jasa Raharja dalam menyelenggarakan pelayanan kepada public juga berhasil meningkatkan kecepatan pelayanan proses klaim santunan yang semakin baik dan cepat, di mana rata-rata kecepatan penyerahan santunan meninggal dunia adalah 1 hari 10 jam lebih cepat 1 hari 14 jam dari target 3 hari dan lebih cepat 5 jam dari tahun lalu yaitu 1 hari 15 jam, di mana total santunan yang diserahkan senilai Rp1,73 T naik 0,8% dari periode yang sama tahun lalu,” tambah Rivan.
Tidak hanya pelayanan santunan program pencegahan kecelakaan juga tak luput dilakukan salah satunya dengan mengintegrasikan sistem electronic traffic law enforcement dengan aplikasi JRKu. Demikian juga kegiatan pencegahan yang bersifat edukatif berupa pelatihan kepada awak angkutan, pelatihan penanganan korban lakalantas bagi masyarakat untuk mengurangi fatalitas. Juga kegiatan bersifat partisipatif berupa sinergi dengan stakeholders Korlantas Polri, Kemenhub, lima pilar keselamatan jalan dalam bentuk safety campaign bersama dan tentunya kegiatan bersifat preventif yaitu, pendistribusian alat-alat/saranapencegahan kecelakaan, dan program seperti mudik online.
Sementara itu, Jasa Raharja juga berkontribusi di bidang sosial bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Dimanadalam merealisasikannyaberpedoman kepada empat pilar TJSL yaitu pilar lingkungan, pilar sosial, pilar hukum dan tata kelola dan pilar ekonomi.
Pilar lingkungan misalnya, melaksanakan program pengembangan Kawasan Ekowisata Kulati Sulawesi Tenggara, penanaman mangrove dan tabebuya. Pilar sosial telah dilaksanakan progam vaksinasi, traffic hero, youth traffic innovation dan progam pelatihan disabilitas. Di pilar hukum dan tata kelola dilaksanakan program RAN P4GN bersama BNN di beberapa cabang. Sementara pada pilar ekonomi dilakukan pendanaan kepada UMK melalui sinergi dengan PT Bahana Artha Ventura.