2023 Parpol Mulai Berakrobat untuk Pilpres 2024, PKB Pede Pimpin Poros Koalisi
Kamis, 16 Desember 2021 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu akrobat politik di 2023 akan tidak terhindarkan nantinya dari partai-partai yang ada, meskipun hari ini solid dalam satu barisan. Saya berharap nanti kalau apapun partainya kalau manuvernya itu melampaui atau bisa memecah belah, harus disemprit karena ini untuk kepentingan persatuan, kebersamaan pasca Covid-19,â ujarnya.
Menurutnya, keinginan PKB untuk bisa membentuk poros koalisi sendiri dan memimpinnya akan semakin mudah terealisasi jika ada revisi batasan presidential threshold (PT) 20%. âPKB ingin mimpin poros, masa bercita-cita saja dilarang? Apalagi kalau nanti ada kesepakatan presidensial threshold-nya turun, tambah terbuka lagi,â tuturnya.
Baca juga: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Sebut Tak Ada Pembahasan dan Lobi-Lobi Soal Presiden Tiga Periode
Wakil Ketua MPR ini mengatakan bahwa dengan tidak adanya calon petahana (incumbent) pada Pilpres 2024 mendatang, jika PT bisa diturunkan antara 5-10% maka Pemilu 2024 akan bermunculan tokoh-tokoh yang maju sebagai calon presiden (capres).
"Banyak pilihan, tetapi tetap dalam bingkai persatuan. Jangan lagi muncul ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Pokoknya kalau lebih banyak (calon), kalau ada 4 malah enak, cuma yang dipikirkan adalah kalau putarannya 2 kali maka biaya nambah, itu menjadi soal,â pungkasnya.
Menurutnya, keinginan PKB untuk bisa membentuk poros koalisi sendiri dan memimpinnya akan semakin mudah terealisasi jika ada revisi batasan presidential threshold (PT) 20%. âPKB ingin mimpin poros, masa bercita-cita saja dilarang? Apalagi kalau nanti ada kesepakatan presidensial threshold-nya turun, tambah terbuka lagi,â tuturnya.
Baca juga: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Sebut Tak Ada Pembahasan dan Lobi-Lobi Soal Presiden Tiga Periode
Wakil Ketua MPR ini mengatakan bahwa dengan tidak adanya calon petahana (incumbent) pada Pilpres 2024 mendatang, jika PT bisa diturunkan antara 5-10% maka Pemilu 2024 akan bermunculan tokoh-tokoh yang maju sebagai calon presiden (capres).
"Banyak pilihan, tetapi tetap dalam bingkai persatuan. Jangan lagi muncul ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Pokoknya kalau lebih banyak (calon), kalau ada 4 malah enak, cuma yang dipikirkan adalah kalau putarannya 2 kali maka biaya nambah, itu menjadi soal,â pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :