Tinjau Pembangunan Lapas Baru di Nusakambangan, Menkumham: Mahal Sekali
Rabu, 15 Desember 2021 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
"Di samping pembangunan Lapas, tentunya kita juga membuat rencana retribusi, pembinaan kemandirian dan juga akar masalahnya kami akan merevisi undang-undang narkotika," papar Yasonna.
"Revisi undang-undang narkotika menjadi salah satu yang kita selesaikan untuk menyelesaikan masalah di hulu tentang narkotika. Tujuan kita adalah para pemakai itu ketimbang dibawa ke dalam (lapas) lebih bagus kita rehabilitasi. Kita harapkan, mudah-mudahan tahun depan masuk dalam Prolegnas," imbuhnya.
Dikonfirmasi soal besaran anggaran pembangunan lapas baru tersebut, Yasonna mengakui bahwa pihaknya telah menghabiskan banyak biaya. Oleh karenanya, pembangunan lapas bukan jadi solusi yang tepat dalam mengatasi over kapasitas.
"Makanya saya mengatakan kalau kita berkejar-kejaran membangun Lapas dengan jumlah kejahatan yang ada, keuangan negara tidak akan mampu. Anggaran Rp131 miliar, belum untuk peralatan-peralatan seperti kasur, pembinaan dan lain-lain," beber Yasonna.
"Jadi memang mahal sekali. Karena narkoba, ini maksimum sekuriti, ada narkoba dan bandar. Mudah-mudahan kalau ada anggaran nanti dan uang kita cukup akan kita bangun lagi. Karena tanah kita di Nusakambangan ini 21.000 ha," tutupnya.
"Revisi undang-undang narkotika menjadi salah satu yang kita selesaikan untuk menyelesaikan masalah di hulu tentang narkotika. Tujuan kita adalah para pemakai itu ketimbang dibawa ke dalam (lapas) lebih bagus kita rehabilitasi. Kita harapkan, mudah-mudahan tahun depan masuk dalam Prolegnas," imbuhnya.
Dikonfirmasi soal besaran anggaran pembangunan lapas baru tersebut, Yasonna mengakui bahwa pihaknya telah menghabiskan banyak biaya. Oleh karenanya, pembangunan lapas bukan jadi solusi yang tepat dalam mengatasi over kapasitas.
"Makanya saya mengatakan kalau kita berkejar-kejaran membangun Lapas dengan jumlah kejahatan yang ada, keuangan negara tidak akan mampu. Anggaran Rp131 miliar, belum untuk peralatan-peralatan seperti kasur, pembinaan dan lain-lain," beber Yasonna.
"Jadi memang mahal sekali. Karena narkoba, ini maksimum sekuriti, ada narkoba dan bandar. Mudah-mudahan kalau ada anggaran nanti dan uang kita cukup akan kita bangun lagi. Karena tanah kita di Nusakambangan ini 21.000 ha," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :