Rekomendasi Halaqah, Ulama NU Serukan Pakai Alkes Lokal
Rabu, 15 Desember 2021 - 12:01 WIB
loading...
Ketua Kajian Halaqah Kajian Islam Aswaja PBNU KH. Misbahul Munir Kholil merekomendasikan penggunaan alkes dalam negeri karena terjamin kehalalannya dan membantu masyarakat terdampak Covid-19. Foto/iNews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat menyelenggarakan Halaqah Kajian Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di Kantor PBNU Pusat Jakarta. Hasil Halaqah ini merekomendasikan agar masyarakat Indonesia, terutama yang beragama Islam wajib menggunakan barang yang dihasilkan oleh produsen lokal. Pasalnya, penggunaan produk lokal yang mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan memengaruhi keabsahan ibadah.
“Mengimbau kepada umat Islam agar selalu mengonsumsi produk yang dijamin kehalalannya, baik makanan, minuman atau produk yang bersentuhan dengan organ tubuh manusia. Misalnya alat swab antigen, PCR dan sebagainya karena akan memengaruhi keabsahan ibadah," jelas Ketua Kajian Halaqah yang juga pengurus MUI Pusat KH. Misbahul Munir Kholil, Rabu (15/12/2021).
Hadir dalam kegiatan Halaqah Kajian Islam Aswaja Pusat ini yaitu Wakil Panglima Santri KH Ahmad Shodiq, Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Mastur, Sekjen Aswaja Center Gus Asif, Ketua Umum Koperasi Jasa Usaha Kerja Kesejahteraan Masyarakat M Taufik Rusidi, dan ustaz Fahruddin serta ustaz Yusep Koma.
Baca juga: 30 Juta Alat Tes Antigen Numpuk di Gudang Kalideres, Karyawan Minta Bantuan Jokowi
Menurut Kiai Misbahul, sertifikasi halal merupakan salah satu bentuk pemenuhan kewajiban negara dalam memberi perlindungan kepada warga negaranya. Hal ini menjadi penting mengingat jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai lebih dari 87%. Oleh karena itu, semua produk yang beredar di masyarakat harus terjamin kehalalannya. "Kami sebagai orang Islam, sangat bahagia sekali kalau produknya itu dijamin kehalalannya. Dan yang menjamin kehalalan ini dari MUI," terangnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Qur’an (PIQ) Al-Misbah Jakarta ini menegaskan, kepastian hukum mengenai kehalalan sebuah produk sangat penting. Untuk itu, dirinya mendorong pemerintah, BUMN, rumah sakit , pihak swasta agar menjamin penggunaan antigen maupun PCR yang sudah bersertifikat halal. "Saya kira, label halal ini gunanya memberikan rasa aman bagi para konsumen," terangnya.
Baca juga: Alkes Dalam Negeri Menumpuk di Gudang, PKS Minta Pemerintah Batasi Impor
“Mengimbau kepada umat Islam agar selalu mengonsumsi produk yang dijamin kehalalannya, baik makanan, minuman atau produk yang bersentuhan dengan organ tubuh manusia. Misalnya alat swab antigen, PCR dan sebagainya karena akan memengaruhi keabsahan ibadah," jelas Ketua Kajian Halaqah yang juga pengurus MUI Pusat KH. Misbahul Munir Kholil, Rabu (15/12/2021).
Hadir dalam kegiatan Halaqah Kajian Islam Aswaja Pusat ini yaitu Wakil Panglima Santri KH Ahmad Shodiq, Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Mastur, Sekjen Aswaja Center Gus Asif, Ketua Umum Koperasi Jasa Usaha Kerja Kesejahteraan Masyarakat M Taufik Rusidi, dan ustaz Fahruddin serta ustaz Yusep Koma.
Baca juga: 30 Juta Alat Tes Antigen Numpuk di Gudang Kalideres, Karyawan Minta Bantuan Jokowi
Menurut Kiai Misbahul, sertifikasi halal merupakan salah satu bentuk pemenuhan kewajiban negara dalam memberi perlindungan kepada warga negaranya. Hal ini menjadi penting mengingat jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai lebih dari 87%. Oleh karena itu, semua produk yang beredar di masyarakat harus terjamin kehalalannya. "Kami sebagai orang Islam, sangat bahagia sekali kalau produknya itu dijamin kehalalannya. Dan yang menjamin kehalalan ini dari MUI," terangnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Qur’an (PIQ) Al-Misbah Jakarta ini menegaskan, kepastian hukum mengenai kehalalan sebuah produk sangat penting. Untuk itu, dirinya mendorong pemerintah, BUMN, rumah sakit , pihak swasta agar menjamin penggunaan antigen maupun PCR yang sudah bersertifikat halal. "Saya kira, label halal ini gunanya memberikan rasa aman bagi para konsumen," terangnya.
Baca juga: Alkes Dalam Negeri Menumpuk di Gudang, PKS Minta Pemerintah Batasi Impor
Lihat Juga :