Napak Tilas Soekarno ke Ende, BPIP Akui Ende sebagai Rahimnya Indonesia
Senin, 13 Desember 2021 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain rumah pengasingan BPIP juga mengunjungi tempat teater milik Group Bung Karno, biara dan ziarah ke makam Almarhum Ibu Amsi. "BPIP sebagai badan negara ditugaskan untuk menjaga Pancasila. Di Ende ini menjadi berpikir bagaimana membangun negara Indonesia dengan pondasi Pancasila yang kuat,",tuturnya.
Dalam napak tilas satu hari itu BPIP kemudian melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh akademisi, media, dan dunia usaha di Taman Pancasila tepatnya di bawah pohon sukun dan mengunjungi Pondok Pesantren Wali Songo.
Pemecah rekor sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang menembus Harvard Law School di Amerika Serikat itu juga sempat memberikan pidato di masjid Ar Rabithah saat shalat Jum'at. "Khilafah bukan perintah agama. Maka jangan sampai melawan negara, karena pilihan Bung Karno sangat tepat yaitu Pancasila," kata Yudian.
Bupati Kabupaten Ende Djafar H. Achmad mengapresiasi BPIP yang sudah melakukan kunjungan kerja ke Ende sebagai Kota Pancasila dan menyebut rahimnya Indonesia. Ia berharap kepada BPIP untuk memperhatikan serius Kabupaten Ende. Bahkan ia mendorong presiden untuk datang ke Ende dalam momentum lahir Pancasila. "Saya berharap Presiden datang ke Ende terutama hadir dalam momentum hari lahir Pancasila", ujarnya.
Selain itu ia juga berharap BPIP dapat menjembatani Bandung dan Ende, mengingat Ibu Amsi merupakan warga Bandung yang Meninggal di Ende. "Kami juga mengusulkan Ibu Amsi menjadi salah seorang Pahlawan Nasional," ucapnya.
Dalam dialog di bawah pohon sukun yang dimoderatori Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo tersebut, BPIP akan berupaya mendorong usulan-usulan Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat Ende.
Dalam napak tilas satu hari itu BPIP kemudian melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh akademisi, media, dan dunia usaha di Taman Pancasila tepatnya di bawah pohon sukun dan mengunjungi Pondok Pesantren Wali Songo.
Pemecah rekor sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang menembus Harvard Law School di Amerika Serikat itu juga sempat memberikan pidato di masjid Ar Rabithah saat shalat Jum'at. "Khilafah bukan perintah agama. Maka jangan sampai melawan negara, karena pilihan Bung Karno sangat tepat yaitu Pancasila," kata Yudian.
Bupati Kabupaten Ende Djafar H. Achmad mengapresiasi BPIP yang sudah melakukan kunjungan kerja ke Ende sebagai Kota Pancasila dan menyebut rahimnya Indonesia. Ia berharap kepada BPIP untuk memperhatikan serius Kabupaten Ende. Bahkan ia mendorong presiden untuk datang ke Ende dalam momentum lahir Pancasila. "Saya berharap Presiden datang ke Ende terutama hadir dalam momentum hari lahir Pancasila", ujarnya.
Selain itu ia juga berharap BPIP dapat menjembatani Bandung dan Ende, mengingat Ibu Amsi merupakan warga Bandung yang Meninggal di Ende. "Kami juga mengusulkan Ibu Amsi menjadi salah seorang Pahlawan Nasional," ucapnya.
Dalam dialog di bawah pohon sukun yang dimoderatori Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo tersebut, BPIP akan berupaya mendorong usulan-usulan Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat Ende.
Lihat Juga :