Tim Ahli Wapres Minta Anwar Abbas Buka Data Ketimpangan Tanah

Minggu, 12 Desember 2021 - 08:21 WIB
loading...
Tim Ahli Wapres Minta...
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kritikan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas soal ketimpangan kepemilikan tanah oleh masyarakat dan swasta mendapat tanggapan dari lingkaran istana. Tim Ahli Wakil Presiden ( Wapres ) Ma’ruf Amin, M Noor Marzuki meminta Anwar menunjukkan datanya dan meluruskan pernyataan tersebut.

"Siapa yang pernah di republik ini melakukan penelitan tentang ketimpangan data itu, metode penelitiannya apa, variabelnya apa. Ini kan isu liar yang muncul sejak zaman Pak Harto," ujara Marzuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/12/2021).

Menurut dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat tepat menjawab kritikan Anwar Abbas. Dia menjelaskan akselerasi reformasi agraria di zaman Jokowi meningkat sangat luar biasa.

Baca juga: Anwar Abbas Kritik Jokowi di Kongres MUI, Faldo: Presiden Tidak Takut Dikritik

"Saat saya Sekjen ATR saja, sudah 5 hingga 10 juta sertifikat tanah yang kita terbitkan,” kata Marzuki yang sudah berkecimpung selama 35 tahun di bidang pertanahan ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah saat ini terus berjibaku dalam mendata kepemilikan tanah negara untuk dikelola oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga telah membuat program hak pengelolaan hutan (HPH) menjadi hutan sosial.

"Baru di zaman Pak Jokowi. Kalau dulu masyarakat di dalam kawasan hutan ditangkapi semua karena mereka merambah hutan, tapi di zaman Pak Jokowi ditata, seolah-olah ada keseimbangan antara HPH dengan masyarakat di kawasan hutan," imbuhnya.

Dia mengatakan, itulah yang dikatakan Presiden Jokowi sebagai hutan sosial. Banyak masyarakat yang dilegalkan menggarap hutan, bahkan diberi sertifikat. "Mungkin jumlahnya selama republik berdiri, dengan jumlah hutan sosial di masa Menteri Siti Nurbaya atas perintah Presiden lebih banyak. Maka pernyataan Pak Anwar itu harus diluruskan," katanya.

Dia menilai, Anwar Abbas tidak punya kapasitas berbicara mengenai soal ketimpangan tanah, begitu juga dengan forum Kongres Ekonomi Umat Islam ke-II. "MUI itu urusan bagaimana membangun insan ekonomi syariah, bagaimana pelabelan halal makanan, bagaimana pusat halal Indonesia, itu yang harusnya dipikirkan," ungkapnya.

Sekadar diketahui sebelumnya, Anwar Abbas mengkritik soal ketimpangan ekonomi masyarakat dengan swasta. Dia juga menyinggung tentang ketimpangan pengelolaan tanah antara masyarakat dengan swasta. Presiden Jokowi pun langsung menjawab kritikan Anwar Abbas, bahkan membuka data pertanahan dan mengajak kerja sama dengan MUI.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
MUI dan FORKOPI Sepakat...
MUI dan FORKOPI Sepakat Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Syariah
MUI Minta Polemik Pernyataan...
MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan demi Menjaga Kerukunan Bangsa
MUI Serukan Stop Perang,...
MUI Serukan Stop Perang, Desak AS-Israel Akhiri Konflik
MUI Kecam Keras Aturan...
MUI Kecam Keras Aturan Israel Hukum Mati Tahanan Palestina, Serukan PBB hingga OKI Turun Tangan
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Fatwa dengan MUI...
Beda Fatwa dengan MUI Soal Dam Haji, Kemenhaj: Bukan Paksakan, Tapi Sediakan Keleluasaan Fiqh Haji
MUI Tegaskan Penyembelihan...
MUI Tegaskan Penyembelihan Hewan DAM Harus di Tanah Suci
Rekomendasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Berita Terkini
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Infografis
Wapres Maruf Minta Perbaiki...
Wapres Ma'ruf Minta Perbaiki Data Penerima Bansos Covid 19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved