Yudi Purnomo Buka-bukaan, Terima Jadi ASN Polri untuk Obati Kekecewaaan
Sabtu, 11 Desember 2021 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
Ketika hampir kehilangan arah, Yudi mengaku terkejut mendengar pidato kapolri yang sangat ingin merekrutnya bersama 56 pegawai KPK lain untuk menjadi ASN Polri.
"Nah ini menarik. Ketika tiba-tiba kami seperti tidak ada harapan untuk bisa ikut memberantas korupsi, tiba-tiba Pak Kapolri pidato. Ada hal yang menarik ketika beliau pidato yang saya dengar itu juga saya terkejut dengan Pidato beliau, beliau berani untuk merekrut kita," jelasnya.
Menurut Yudi, dalam pidatonya Kapolri Listyo Sigit Prabowo percaya dengan pengalaman dan integritas dari 57 mantan pegawai KPK yang tak lolos TWK itu. Hal tersebut pun meruntuhkan stigma bahwa TWK hanya menjadi alasan untuk menyingkirkan 57 pegawainya termasuk Yudi.
"Berarti memang TWK itu akal-akalan dan ini juga temuan Komnas HAM dan temuan ombudsman. Tapi mereka tetap bersikukuh untuk memecat kami, karena kami adalah orang-orang yang selama ini berintegritas dan menjaga dan mengawal KPK dari dalam, dan ketika ada pimpinan yang salah kami akan tegur tanpa kami perlu takut," ungkapnya.
"Ada sebuah niat, bahwa beliau (Kapolri) ingin kita aktif di bidang pengawasan untuk pemulihan ekonomi nasional, dana covid, bansos covid," tambahnya.
"Nah ini menarik. Ketika tiba-tiba kami seperti tidak ada harapan untuk bisa ikut memberantas korupsi, tiba-tiba Pak Kapolri pidato. Ada hal yang menarik ketika beliau pidato yang saya dengar itu juga saya terkejut dengan Pidato beliau, beliau berani untuk merekrut kita," jelasnya.
Menurut Yudi, dalam pidatonya Kapolri Listyo Sigit Prabowo percaya dengan pengalaman dan integritas dari 57 mantan pegawai KPK yang tak lolos TWK itu. Hal tersebut pun meruntuhkan stigma bahwa TWK hanya menjadi alasan untuk menyingkirkan 57 pegawainya termasuk Yudi.
"Berarti memang TWK itu akal-akalan dan ini juga temuan Komnas HAM dan temuan ombudsman. Tapi mereka tetap bersikukuh untuk memecat kami, karena kami adalah orang-orang yang selama ini berintegritas dan menjaga dan mengawal KPK dari dalam, dan ketika ada pimpinan yang salah kami akan tegur tanpa kami perlu takut," ungkapnya.
"Ada sebuah niat, bahwa beliau (Kapolri) ingin kita aktif di bidang pengawasan untuk pemulihan ekonomi nasional, dana covid, bansos covid," tambahnya.
Lihat Juga :