Perlu Sinergi Wujudkan Kualitas Konten Siaran Indonesia
Senin, 08 Juni 2020 - 15:50 WIB
loading...
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat , Yuliandre Darwis mengatakan, latar belakang dilakukannya riset yang dulunya bernama survei indeks, salah satunya untuk melepas ketergantungan penyiaran nasional terhadap rating.
Riset ini juga bertujuan untuk menilai kualitas program siaran televisi sekaligus mendorong terciptanya kualitas isi siaran. “Hasil dari riset ini menjadi rekomendasi bagi lembaga penyiaran dalam memperbaiki kualitas kontennya jika dirasa kurang. Data riset ini juga menjadi basis data bagi akademisi dalam melakukan kajian penelitian, maupun pengawalan terhadap isi siaran televisi. Bahan ini juga penting sebagai instrumen bagi civil society maupun komunitas pemantau penyiaran dalam mendorong perbaikan konten siaran televisi,” ucap Yuliandre saat membuka diskusi Workshop Daring Riset Indeks Kualitas Program Televisi di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Pria yang biasa disapa Andre ini menekankan kegiatan riset ini telah menjadi salah satu program prioritas nasional yang ditetapkan KPI bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (Baca juga: Siaran Berbasis Internet Mendesak Ditertibkan )
Tujuan riset ini, kata dia, mendapatkan data kualitatif yang nantinya dapat menjadi bahan alternatif atau pertimbangan lembaga penyiaran ketika membuat program acara.
Dia memandang tentang peran serta fungsi KPI adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas program siaran. Menurut dia, posisi KPI berada di antara kepentingan publik serta industri penyiaran.
“Di satu sisi kami harus menjaga kepentingan publik, namun di sisi lain juga harus menjaga keberlangsungan industri penyiaran di Indonesia yang sehat,” sambung Andre.
Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat Periode 2013-2016 ini mengapresiasi tingkat partisipasi yang cukup tinggi dalam riset dengan pelibatan beberapa pihak termasuk juga para akademisi di 12 Kota.
Riset ini juga bertujuan untuk menilai kualitas program siaran televisi sekaligus mendorong terciptanya kualitas isi siaran. “Hasil dari riset ini menjadi rekomendasi bagi lembaga penyiaran dalam memperbaiki kualitas kontennya jika dirasa kurang. Data riset ini juga menjadi basis data bagi akademisi dalam melakukan kajian penelitian, maupun pengawalan terhadap isi siaran televisi. Bahan ini juga penting sebagai instrumen bagi civil society maupun komunitas pemantau penyiaran dalam mendorong perbaikan konten siaran televisi,” ucap Yuliandre saat membuka diskusi Workshop Daring Riset Indeks Kualitas Program Televisi di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Pria yang biasa disapa Andre ini menekankan kegiatan riset ini telah menjadi salah satu program prioritas nasional yang ditetapkan KPI bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (Baca juga: Siaran Berbasis Internet Mendesak Ditertibkan )
Tujuan riset ini, kata dia, mendapatkan data kualitatif yang nantinya dapat menjadi bahan alternatif atau pertimbangan lembaga penyiaran ketika membuat program acara.
Dia memandang tentang peran serta fungsi KPI adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas program siaran. Menurut dia, posisi KPI berada di antara kepentingan publik serta industri penyiaran.
“Di satu sisi kami harus menjaga kepentingan publik, namun di sisi lain juga harus menjaga keberlangsungan industri penyiaran di Indonesia yang sehat,” sambung Andre.
Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat Periode 2013-2016 ini mengapresiasi tingkat partisipasi yang cukup tinggi dalam riset dengan pelibatan beberapa pihak termasuk juga para akademisi di 12 Kota.
Lihat Juga :