Jelang Muktamar ke-34 NU, PBNU Perlu Pemimpin Pemersatu

Kamis, 09 Desember 2021 - 15:00 WIB
loading...
Jelang Muktamar ke-34...
Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj kembali maju sebagai calon ketua umum dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penyelenggaraan pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Muktamar ke-34 NU digelar pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung. Pelaksanaan berlangsung di empat tempat, yaitu di Pondok Pesantren Darussa'adah di Lampung Tengah, UIN Lampung, Universitas Lampung (Unila), dan Universitas Malahayati.

Saat ini, ada dua calon kuat Ketum PBNU yang dipastikan maju di Muktamar. Masing-masing, yakni petahana Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj dan Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf. "NU sebagai organisasi masyarakat terbesar ikut andil dalam kemerdekaan RI. Oleh karena itu, butuh pemimpin yang jadi perekat, pemersatu dan bukan yang bikin gaduh," kata Pengasuh Majelis Sholawat Merah Putih KH Syarifudin, Kamis (9/11/2021).

Baca juga: 28 PWNU Dukung KH Said Aqil Siroj, Ini Alasannya

Syarifudin berharap, Kiai Said bisa kembali memimpin NU. Terlebih, banyak capaian positif PBNU dalam dua periode kepemimpinan Kiai Said Aqil sehingga dengan segudang prestasi tersebut maka sudah selayaknya kembali melanjutkan kepemimpinan di PBNU.

"Selama ini bawah kepengurusannya Kiai Said, PBNU menjadi garda terdepan dalam merawat keutuhan NKRI dan menjadi perekat persatuan umat. Kemampuan Kiai Said sudah teruji dalam memimpin PBNU dan diharapkan dapat kembali terpilih di periode ketiga,” jelasnya.

Baca juga: Maju Jadi Calon Ketum PBNU, Said Aqil: Saya Terima Permintaan dan Perintah Kiai Sepuh

Lain halnya dengan KH Yahya Cholil Staquf. Pernyataan-pernyataannya dinilai sejumlah pihak kerap membuat gaduh seperti menyindir Habib Umar bin Hafidz pada postingan media sosialnya. Padahal, Habib Umar merupakan ulama besar Ahlul Bait Nabi SAW dan tamu kehormatan para ulama Indonesia, serta kedatangannya menyebarkan kesejukan Islam yang rahmatan lil ‘aalamin.

Selain itu, kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel memicu hujan kritik seputar simbolisme lawatan yang diyakini serupa dengan pengakuan terhadap negeri Yahudi. Pria yang akrab dipanggil Gus Yahya itu hadir di Yerusalem atas undangan organisasi lobi American Jewish Committee (AJC). Gus Yahya diundang dan menjadi salah satu pembicara dalam forum AJC yang berlangsung di Yerusalem pada 10-13 Juni.

Di forum AJC, Gus Yahya sempat berbicara selama sekitar 14 menit yang dipandu moderator Rabi David Rosen, Direktur Internasional Urusan Agama AJC. Kehadiran Gus Yahya di forum tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Dari dalam negeri, kritik datang dari kubu yang berseberangan dengan pemerintah maupun dari Kiai NU sendiri. Belakangan, kritik datang pula dari kelompok militan Hamas dan Pemerintah Palestina.

Mereka mengecam kehadiran Gus Yahya karena dianggap gak sesuai dengan sikap resmi pemerintah dan rakyat Indonesia yang sebagian besar muslim. Sejak awal, sikap yang diterapkan Indonesia yakni membela agar Palestina bisa meraih kemerdekaan penuh dari Israel. Sebab, Israel masih menduduki sebagian wilayah mereka. ”Apalagi kita sekarang sedang menghadapi pandemi Covid-19, sangat dibutuhkan pemimpin NU yang bisa kerja sama dengan semua pihak, bukan malah membuat kegaduhan,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Kritik Tajam KH Abdul...
Kritik Tajam KH Abdul Muhaimin: Struktur PBNU Sekarang Seperti One Man Show
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Rekomendasi
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Belgia vs Mesir Imbang...
Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026, Mo Salah Moncer
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Berita Terkini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved