Pemerintah Diminta Terus Sosialisasikan New Normal

loading...
Pemerintah Diminta Terus Sosialisasikan New Normal
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani meminta pemerintah terus mensosialisasikan kenormalan baru atau New Normal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Antara
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani meminta pemerintah terus mensosialisasikan kenormalan baru atau New Normal.

(Baca juga: Efek Pandemi Covid-19, 17 Persen Masyarakat Terkena PHK)

Sebab, kata legislator asal daerah pemilihan DKI Jakarta II ini, sebagian masyarakat masih bingung dengan istilah new normal tersebut.

"Masih ada kebingungan terkait new normal di masyarakat, informasi menjadi sangat penting dan harus terus disosialisasikan pemerintah," ujar Christina Aryani dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (8/6/2020).



(Baca juga: Update Corona Minggu: Positif 31.186 Orang, 10.498 Sembuh dan 1.851 Meninggal)

Dia mengatakan, masyarakat harus dicerahkan jika terjadi kegagalan dalam pelaksanaan transisi atau new normal. "Kita semua akan kembali bergerak mundur bergulat menghadapi gelombang kedua penularan (secondary wave)," ungkapnya.

Dia melanjutkan, Polri dan TNI siap bertugas membantu mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. "Dalam hal ditemukan individu yang tetap sulit diingatkan, sanksi harus diterapkan," ujarnya.

Kendati demikian, Christina menyambut baik new normal atau yang dikenal sebagai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi untuk DKI Jakarta, tentunya dengan beberapa catatan.

Pertama, kata dia, wabah atau pandemi virus corona atau Covid-19 ini masih ada. Sehingga, kemungkinan untuk terjangkit olehnya juga tetap ada.

"Hal ini harus selalu diingat oleh masyarakat dan pelaku usaha, sehingga kepatuhan pada protokol kesehatan pemerintah menjadi wajib hukumnya," katanya.



Kedua, lanjut dia, ikhtiar pemerintah menangani Pandemi Covid-19 tidak akan berhasil tanpa dukungan serta kerjasama masyarakat. "Kita semua harus mencegah kegagalan new normal dengan tekad kuat dan kesadaran penuh mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, menghadapi tatanan dunia baru bukanlah sikap menyerah kalah. "Melainkan sikap antisipatif dengan kesadaran menerima kenyataan serta kemauan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah untuk dapat bertahan dan melanjutkan berkarya," pungkasnya.

- Rico Afrido Simanjuntak
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top