Kepemimpinan AHY Solid, Tren Elektabilitas Demokrat Terus Naik
Selasa, 07 Desember 2021 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Tren serupa ditunjukkan oleh survei nasional dari Polmatrix yang dirilis pada hari yang sama. Tren elektabilitas Partai Demokrat bergerak naik dari 3,8% (Mei 2020), 3,7% (Sep 2020), 7,5% (Des 2020), 8,1% (Apr 2021), 11,3% (Agt 2021) dan 9% (Des 2021).
Perolehan elektabilitas 9% ini mendudukkan Partai Demokrat dalam empat besar partai dengan elektabilitas tertinggi bersama PDIP (15,8%), Gerindra (11%) dan hanya berselisih tipis dengan PKB (9,4%).
Tren ektabilitas Ketum AHY juga terus naik, dari 2,7% (Mei 2020), 2,5% (Sep 2020), 2,3% (Des 2020), 3,4% (Apr 2021), 4,5% (Agt 2021), dan 4,2% (Des 2021). Survei Polmatrix diselenggarakan pada periode 21-30 November 2021 terhadap 2.000 responden dengan toleransi kesalahan 2,2% dan tingkat kepercayaan 95%.
Tren kenaikan survei ini, menurut Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo tidak lepas dari kemenangan AHY atas Moeldoko yang mencoba merebut Demokrat dari tangan AHY dengan cara inkonstitusional. "Ini bukan hanya menunjukkan AHY mampu mengikuti lika-liku hukum tapi juga kemampuan politik AHY untuk merangkul elemen-elemen kekuasaan lainnya," ujar Tomi.
Menurutnya, dukungan publik tidak perlu diragukan. Semua setuju bahwa tindakan Moeldoko keliru dan mencoreng demokrasi. "Tapi publik tetap ada rasa khawatir, jangan-jangan oknum-oknum kekuasaan yang lain diam-diam membantu Moeldoko untuk merebut Demokrat. Di sinilah kepemimpinan AHY yang sejatinya diuji."
Perolehan elektabilitas 9% ini mendudukkan Partai Demokrat dalam empat besar partai dengan elektabilitas tertinggi bersama PDIP (15,8%), Gerindra (11%) dan hanya berselisih tipis dengan PKB (9,4%).
Tren ektabilitas Ketum AHY juga terus naik, dari 2,7% (Mei 2020), 2,5% (Sep 2020), 2,3% (Des 2020), 3,4% (Apr 2021), 4,5% (Agt 2021), dan 4,2% (Des 2021). Survei Polmatrix diselenggarakan pada periode 21-30 November 2021 terhadap 2.000 responden dengan toleransi kesalahan 2,2% dan tingkat kepercayaan 95%.
Tren kenaikan survei ini, menurut Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo tidak lepas dari kemenangan AHY atas Moeldoko yang mencoba merebut Demokrat dari tangan AHY dengan cara inkonstitusional. "Ini bukan hanya menunjukkan AHY mampu mengikuti lika-liku hukum tapi juga kemampuan politik AHY untuk merangkul elemen-elemen kekuasaan lainnya," ujar Tomi.
Menurutnya, dukungan publik tidak perlu diragukan. Semua setuju bahwa tindakan Moeldoko keliru dan mencoreng demokrasi. "Tapi publik tetap ada rasa khawatir, jangan-jangan oknum-oknum kekuasaan yang lain diam-diam membantu Moeldoko untuk merebut Demokrat. Di sinilah kepemimpinan AHY yang sejatinya diuji."
Lihat Juga :