Kebijakan Pemerintah Cegah Varian Omicron Sudah Tepat, Dukungan Masyarakat Sangat Dibutuhkan

Kamis, 02 Desember 2021 - 22:21 WIB
loading...
Kebijakan Pemerintah...
Kebijakan pemerintah mencegah gelombang ketiga Covid-19 menyusul munculnya varian Omicron di sejumlah negara dinilai sudah tepat. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar kebijakan tersebut efektif. Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah mencegah gelombang ketiga Covid-19 menyusul munculnya varian Omicron di sejumlah negara dinilai sudah tepat. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar kebijakan tersebut efektif.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, karantina pelaku perjalanan mulai 3 Desember 2021 menjadi 10 hari dari yang sebelumnya 7 hari. Pejabat negara pun dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Pemerintah sudah membuat kebijakan yang tepat untuk mencegah varian Omicron masuk ke Indonesia," ujar ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan, Kamis (2/12/2021).

Iwan menambahkan, varian Omicron sudah beredar di Afrika Selatan sejak awal November 2021, namun hasil pemeriksaan genetiknya baru ada pertengahan November. Kemudian, WHO menyatakan Omicron sebagai variant of concern (VOC) pada 26 November.

Hingga kini, belum ada data yang jelas tentang apakah varian B.1.1.529 atau Omicron itu lebih menular, tingkat keparahan lebih tinggi, dan lebih tahan terhadap vaksin. "Informasi yang ada berdasarkan dugaan dari banyaknya mutasi dan lokasi mutasi pada sel virusnya," katanya.

Soal kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 melanda Indonesia, Iwan mengatakan peningkatan kasus yang masif seperti setelah masa liburan Idulfitri atau akhir tahun lalu, kemungkinan tidak terjadi. Penyebabnya, proporsi penduduk Indonesia yang memiliki imunitas terhadap Covid-19, karena vaksinasi atau sudah terinfeksi, cukup tinggi.

Selain itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga dianggap membantu pengendalian kasus Covid-19 karena mencegah orang yang berisiko menularkan masuk ke tempat umum. Dia juga menilai pelacakan kontak orang yang terkonfirmasi positif dan isolasi sudah lebih baik.

Baca juga: Waspada! Satgas Catat Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19

Namun, kata Iwan, kita tetap harus waspada agar penularan Covid-19 semakin berkurang dan tahun depan bisa menjadi penyakit endemik. Menurutnya, kunci utama untuk mencegah gelombang ketiga dan merebaknya varian Omicron adalah kombinasi antara kebijakan pemerintah dan dukungan masyarakat.

"Masyarakat melaksanakan kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah dan pemerintah terus memantau perkembangan pandemi Covid-19 dan melakukan penyesuaian kebijakan," ujarnya.



Iwan juga mengatakan, Indonesia sudah memiliki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang indikator penilaiannya jelas dan restriksi-pelonggaran aktivitas yang jelas. "Pergunakan PeduliLindungi dengan konsisten dan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di perkantoran."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Modernland Realty Catat...
Modernland Realty Catat Laba Bersih Rp241,12 Miliar di 2025
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
Kombinasi Vaksinasi...
Kombinasi Vaksinasi Booster Covid-19 untuk Cegah Varian Omicron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved