Ditanya Pilpres, Ridwan Kamil: Tak Mungkin Independen, 2022 Saya Masuk Partai
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:10 WIB
loading...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi Provinsi Daerah Istimewa (DIY) Yogyakarta guna menjalani sejumlah agenda kolaborasi 2 provinsi, Rabu (1/12/2021). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi Provinsi Daerah Istimewa (DIY) Yogyakarta guna menjalani sejumlah agenda kolaborasi antar 2 provinsi, Rabu (1/12/2021). Seperti halnya saat melakukan kunjungan kerjanya di luar Jabar, Ridwan Kamil lagi-lagi ditanya agenda Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Baca juga: Menakar Peluang Anies-Ridwan Kamil di Pilpres 2024
Sejumlah wartawan yang turut meliput agenda Ridwan Kamil tersebut menanyakan tentang namanya yang kerap masuk radar bursa Pilpres 2024, termasuk hasil survei yang mendukungnya untuk maju di Pilpres 2024.
Baca juga: Peluang Duet Anies-Ridwan Kamil Harus Dibarengi Kerja Politik
Pria yang akrab disapa Kang Emil pun memberikan jawabannya. Dia mengungkapkan, hingga saat ini dirinya masih fokus untuk menentukan partai mana yang akan dipilih untuk ajang kontestasi politik ke depan.
Selain itu, Kang Emil pun mengaku, masih fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jabar. Dia meyakini, kinerja yang baik akan berdampak pada elektoral, karena menurutnya, masyarakat menghargai kinerja tanpa pencitraan.
Baca juga: Menakar Peluang Anies-Ridwan Kamil di Pilpres 2024
Sejumlah wartawan yang turut meliput agenda Ridwan Kamil tersebut menanyakan tentang namanya yang kerap masuk radar bursa Pilpres 2024, termasuk hasil survei yang mendukungnya untuk maju di Pilpres 2024.
Baca juga: Peluang Duet Anies-Ridwan Kamil Harus Dibarengi Kerja Politik
Pria yang akrab disapa Kang Emil pun memberikan jawabannya. Dia mengungkapkan, hingga saat ini dirinya masih fokus untuk menentukan partai mana yang akan dipilih untuk ajang kontestasi politik ke depan.
Selain itu, Kang Emil pun mengaku, masih fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jabar. Dia meyakini, kinerja yang baik akan berdampak pada elektoral, karena menurutnya, masyarakat menghargai kinerja tanpa pencitraan.
Lihat Juga :