HNW Harap Pemerintah Segera Persiapkan Keberangkatan Jamaah Umrah
Selasa, 30 November 2021 - 10:24 WIB
loading...
Anggota Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid berharap pemerintah segera mempersiapkan keberangkatan jamaah umrah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam melakukan diplomasi kolektif kepada pejabat di Kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan haji dan umrah.
HNW bersyukur, di saat yang sama pihak Kerajaan Arab Saudi mengumumkan membuka penerbangan langsung dari sejumlah Negara mulai 1 Desember 2021. Negara tersebut, meliputi, Indonesia, Pakistan, Brazil, Vietnam, Mesir, dan India. Kebijakan membuka penerbangan langsung itu diberlakukan Saudi setelah mengevaluasi kondisi pandemi dalam negeri dan keenam negara tersebut yang sudah cenderung stabil.
"Kami apresiasi langkah diplomasi Menteri Agama RI dan jajarannya, Kemlu, dan Kemenkes, serta bersyukur atas kebijakan terbaru Arab Saudi yang membuka penerbangan langsung dari sejumlah negara termasuk Indonesia," kata Hidayat, Selasa (30/11/2021).
Baca juga: Kabar Gembira! Jamaah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster dan Karantina 14 Hari. Selengkapnya di iNews Siang
Wakil Ketua MPR RI ini meminta agar pemerintah bisa memaksimalkan kondisi baru ini dengan segera mempersiapkan pemberangkatan calon jamaah umrah dari berbagai daerah di Indonesia ke Tanah Suci. "Semoga pemerintah bisa memaksimalkan kondisi baru yang konstruktif ini dengan menindak lanjuti secara lebih efektif dan produktif khususnya agar jamaah umrah Indonesia bisa segera berangkat ke Tanah Suci, melaksanakan ibadah umrah yang juga disebut sebagai “haji kecil”, sebagai “obat” karena belum bisa melakukan ibadah haji sejak dua musim haji yang lalu. Syukur-syukur juga bisa mulai membahas izin/kuota Haji untuk Indonesia pada musim haji tahun 2022," ujarnya.
Baca juga: Ibadah Umrah Kembali Dibuka untuk Jamaah Indonesia, Begini Aturannya
Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini mengingatkan, jangan sampai kebijakan yang menggembirakan tersebut dibatalkan kembali oleh pihak Kerajaan Arab Sausi lantaran ketidaksiapan pemerintah Indonesia. Sebagaimana yang pernah terjadi pada akhir 2020 ketika jamaah umrah asal Indonesia yang sudah diperbolehkan beribadah di Tanah Suci justru ditemukan ada yang positif covid-19.
HNW bersyukur, di saat yang sama pihak Kerajaan Arab Saudi mengumumkan membuka penerbangan langsung dari sejumlah Negara mulai 1 Desember 2021. Negara tersebut, meliputi, Indonesia, Pakistan, Brazil, Vietnam, Mesir, dan India. Kebijakan membuka penerbangan langsung itu diberlakukan Saudi setelah mengevaluasi kondisi pandemi dalam negeri dan keenam negara tersebut yang sudah cenderung stabil.
"Kami apresiasi langkah diplomasi Menteri Agama RI dan jajarannya, Kemlu, dan Kemenkes, serta bersyukur atas kebijakan terbaru Arab Saudi yang membuka penerbangan langsung dari sejumlah negara termasuk Indonesia," kata Hidayat, Selasa (30/11/2021).
Baca juga: Kabar Gembira! Jamaah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster dan Karantina 14 Hari. Selengkapnya di iNews Siang
Wakil Ketua MPR RI ini meminta agar pemerintah bisa memaksimalkan kondisi baru ini dengan segera mempersiapkan pemberangkatan calon jamaah umrah dari berbagai daerah di Indonesia ke Tanah Suci. "Semoga pemerintah bisa memaksimalkan kondisi baru yang konstruktif ini dengan menindak lanjuti secara lebih efektif dan produktif khususnya agar jamaah umrah Indonesia bisa segera berangkat ke Tanah Suci, melaksanakan ibadah umrah yang juga disebut sebagai “haji kecil”, sebagai “obat” karena belum bisa melakukan ibadah haji sejak dua musim haji yang lalu. Syukur-syukur juga bisa mulai membahas izin/kuota Haji untuk Indonesia pada musim haji tahun 2022," ujarnya.
Baca juga: Ibadah Umrah Kembali Dibuka untuk Jamaah Indonesia, Begini Aturannya
Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini mengingatkan, jangan sampai kebijakan yang menggembirakan tersebut dibatalkan kembali oleh pihak Kerajaan Arab Sausi lantaran ketidaksiapan pemerintah Indonesia. Sebagaimana yang pernah terjadi pada akhir 2020 ketika jamaah umrah asal Indonesia yang sudah diperbolehkan beribadah di Tanah Suci justru ditemukan ada yang positif covid-19.
Lihat Juga :