Kubu Moeldoko Tuding AHY Telah Melecehkan TNI
Jum'at, 26 November 2021 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
"AHY adalah lulusan Universitas NTU Singapura dan Harvard Amerika Serikat. Seorang yang terdidik, lulusan perguruan tinggi terbaik, yang mengerti dan sangat paham tata bahasa. Dia sangat paham dan sangat bisa membedakan arti antara senior di TNI dengan senior purnawirawan TNI. Oleh karena itu, rilis yang disampaikan Herzaky, anak buah AHY itu adalah bentuk keputus-asaan dan tidak mengerti arti bahasa," tegas Rahmad.
Rahmad melihat sikap AHY yang menyebutkan masukan senior di TNI soal praktik jual beli hukum amat melecehkan institusi TNI. "Kami melihat, AHY merasa TNI dalam genggamannya sehingga dengan enteng menyampaikan kepada publik ada masukan dari seniornya di TNI tentang praktik jual beli hukum. Pernyataan AHY itu sangat keji, sekaligus juga sangat melecehkan institusi TNI dan Peradilan kita. Karena itu, Panglima TNI perlu mengusut tuntas maksud ucapan AHY itu agar TNI tidak tercoreng nama baiknya. Agar publik tidak mempersepsikan TNI turut campur tangan secara diam diam dalam urusan politik partai demokrat yang menjadi partai oposisi pemerintah," pungkas Rahmad.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebutkan kubu Moeldoko kian putus asa setelah gugatan mereka tidak diterima di Kemenkumham, PTUN, dan Mahkamah Agung.
Hal ini kata Herzaky terlihat dari pernyataan gerombolan KLB ilegal pendukung begal partai KSP Moeldoko yang sekarang malah membawa-bawa Panglima TNI dan menuduh petinggi TNI aktif terlibat politik.
"Ini tuduhan sangat serius yang dilancarkan Rahmad juru bicara gerombolan KLB Ilegal. Sebaiknya segera minta maaf, karena Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah tegas-tegas menyatakan profesionalitas dan netralitas TNI. Institusi TNI selama ini selalu terjaga netralitasnya. Keterlaluan sekali Rahmad ini menuduh-nuduh Panglima TNI dan institusi TNI," ujar Herzaky Mahendra Putra, Jumat (26/11/2021).
Rahmad melihat sikap AHY yang menyebutkan masukan senior di TNI soal praktik jual beli hukum amat melecehkan institusi TNI. "Kami melihat, AHY merasa TNI dalam genggamannya sehingga dengan enteng menyampaikan kepada publik ada masukan dari seniornya di TNI tentang praktik jual beli hukum. Pernyataan AHY itu sangat keji, sekaligus juga sangat melecehkan institusi TNI dan Peradilan kita. Karena itu, Panglima TNI perlu mengusut tuntas maksud ucapan AHY itu agar TNI tidak tercoreng nama baiknya. Agar publik tidak mempersepsikan TNI turut campur tangan secara diam diam dalam urusan politik partai demokrat yang menjadi partai oposisi pemerintah," pungkas Rahmad.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebutkan kubu Moeldoko kian putus asa setelah gugatan mereka tidak diterima di Kemenkumham, PTUN, dan Mahkamah Agung.
Hal ini kata Herzaky terlihat dari pernyataan gerombolan KLB ilegal pendukung begal partai KSP Moeldoko yang sekarang malah membawa-bawa Panglima TNI dan menuduh petinggi TNI aktif terlibat politik.
"Ini tuduhan sangat serius yang dilancarkan Rahmad juru bicara gerombolan KLB Ilegal. Sebaiknya segera minta maaf, karena Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah tegas-tegas menyatakan profesionalitas dan netralitas TNI. Institusi TNI selama ini selalu terjaga netralitasnya. Keterlaluan sekali Rahmad ini menuduh-nuduh Panglima TNI dan institusi TNI," ujar Herzaky Mahendra Putra, Jumat (26/11/2021).
Lihat Juga :