Indonesia Jadi Tuan Rumah SARBICA 2021, Tekankan Pentingnya Arsip Penanganan Covid-19
Selasa, 23 November 2021 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Audit Arsip Wujud dari Tata Kelola Pemerintah Transparan dan Akuntable
Sementara itu, Imam Gunarto menyampaikan penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional ini didasarkan atas hasil General Conference SARBICA pada 24 Oktober 2018 di Putrajaya, Malaysia. "Tema yang menjadi perhatian pada pertemuan ini yaitu 'Safeguarding the Archives: Memory, Pandemic, and Technology'. Tema tersebut memiliki filosofi dan makna yang sesuai dengan semangat penyelenggaraan kearsipan pada saat ini.
Dikatakan, dalam konteks saat kontemporer kini dapat dilihat dari 3 perspektif yaitu berkaitan dengan peningkatan peran arsip sebagai warisan dokumenter dunia, respons terhadap pandemi, dan pemanfaatan teknologi. "Kegiatan ini menjadi salah satu strategi ANRI untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan nasional," katanya.
Adanya kegiatan ini juga semakin menguatkan peran Indonesia dalam dunia kearsipan internasional, khususnya melalui forum SARBICA, sekaligus meningkatkan peran arsip sebagai bagian penting dalam diplomasi kebudayaan.
Galeri Nasional Penanganan Covid-19
Dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia, Kementerian PANRB bersama-sama dengan ANRI berinisatif melakukan pelindungan dan penyelamatan arsip yang dihasilkan dari segala kegiatan dalam penanganan Covid-19. Hal itu diperkuat dengan adanya Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip Penanganan COVID-19 dalam Mendukung Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Nantinya dibangun Galeri Nasional Penanganan Covid-19 di Bandung, Jawa Barat. Mengapa Bandung? Selain karena dekat dari Jakarta, Bandung juga sudah menyerahkan arsip penanganan Covid-19 secara lengkap.
"Kapan akan segera terealisasi, belum bisa dipastikan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Yang jelas, grand desain galeri nasional tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil," katanya.
Dengan adanya Galeri ini, diharapkan melalui arsip-arsip penanganan Covid-19, Indonesia di masa depan bisa belajar bagaimana menangani suatu wabah dan bagaimana wabah tersebut bisa dicegah.
Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri, Penny Dewi Herasati mengatakan, ANRI berperan penting dalam mengelola arsip, khususnya tentang pandemi Covid-19. Informasi tentang pandemi yang dikumpulkan melalui arsip akan membuka pembicaraan baru yang penting, sehingga setiap negara dapat berkontribusi dalam upaya pengendaliannya.
Sementara itu, Imam Gunarto menyampaikan penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional ini didasarkan atas hasil General Conference SARBICA pada 24 Oktober 2018 di Putrajaya, Malaysia. "Tema yang menjadi perhatian pada pertemuan ini yaitu 'Safeguarding the Archives: Memory, Pandemic, and Technology'. Tema tersebut memiliki filosofi dan makna yang sesuai dengan semangat penyelenggaraan kearsipan pada saat ini.
Dikatakan, dalam konteks saat kontemporer kini dapat dilihat dari 3 perspektif yaitu berkaitan dengan peningkatan peran arsip sebagai warisan dokumenter dunia, respons terhadap pandemi, dan pemanfaatan teknologi. "Kegiatan ini menjadi salah satu strategi ANRI untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan nasional," katanya.
Adanya kegiatan ini juga semakin menguatkan peran Indonesia dalam dunia kearsipan internasional, khususnya melalui forum SARBICA, sekaligus meningkatkan peran arsip sebagai bagian penting dalam diplomasi kebudayaan.
Galeri Nasional Penanganan Covid-19
Dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia, Kementerian PANRB bersama-sama dengan ANRI berinisatif melakukan pelindungan dan penyelamatan arsip yang dihasilkan dari segala kegiatan dalam penanganan Covid-19. Hal itu diperkuat dengan adanya Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip Penanganan COVID-19 dalam Mendukung Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Nantinya dibangun Galeri Nasional Penanganan Covid-19 di Bandung, Jawa Barat. Mengapa Bandung? Selain karena dekat dari Jakarta, Bandung juga sudah menyerahkan arsip penanganan Covid-19 secara lengkap.
"Kapan akan segera terealisasi, belum bisa dipastikan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Yang jelas, grand desain galeri nasional tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil," katanya.
Dengan adanya Galeri ini, diharapkan melalui arsip-arsip penanganan Covid-19, Indonesia di masa depan bisa belajar bagaimana menangani suatu wabah dan bagaimana wabah tersebut bisa dicegah.
Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri, Penny Dewi Herasati mengatakan, ANRI berperan penting dalam mengelola arsip, khususnya tentang pandemi Covid-19. Informasi tentang pandemi yang dikumpulkan melalui arsip akan membuka pembicaraan baru yang penting, sehingga setiap negara dapat berkontribusi dalam upaya pengendaliannya.
Lihat Juga :