Tangkal Radikalisme, Perlu Ada Kebijakan Pembauran di Tengah Masyarakat
Selasa, 23 November 2021 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, pergaulan eksklusif bisa digeser menjadi suatu bentuk pergaulan inklusif satu sama lain. Dengan tradisi yang perlu dibangun lewat kebijakan pembauran, diharapkan pada gilirannya digunakan satu budaya yang inklusif dan terbuka dalam kehidupan bermasyarakat.
Bahwa kemudian muncul radikalisme, kata Said, hal itu merupakan gerakan-gerakan pemikiran ekstrem. Dia pun berpandangan hal semacam itu hanya segelintir orang, dan itu tidak bisa dianggap mewakili arus utama dalam suatu golongan di masyarakat.
"Kita ini tetap sebagai bangsa yang majemuk. Kita bersatu dalam suatu wadah yang namanya NKRI dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Nah ini yang kadang-kadang suka dilupakan oleh sebagian masyarakat," katanya.
Maka itu, dia menilai perlu adanya upaya dengan cara disengaja untuk menjaga satu integrasi sosial. “Yang maksudnya adalah pada gilirannya kita membuat satu kerukunan bangsa atau integrasi nasional. Jadi dari integrasi sosial itu menjelma menjadi integrasi nasional. Kebiasaan bergaul secara inklusif harus ditingkatkan," ucapnya.
Bahwa kemudian muncul radikalisme, kata Said, hal itu merupakan gerakan-gerakan pemikiran ekstrem. Dia pun berpandangan hal semacam itu hanya segelintir orang, dan itu tidak bisa dianggap mewakili arus utama dalam suatu golongan di masyarakat.
"Kita ini tetap sebagai bangsa yang majemuk. Kita bersatu dalam suatu wadah yang namanya NKRI dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Nah ini yang kadang-kadang suka dilupakan oleh sebagian masyarakat," katanya.
Maka itu, dia menilai perlu adanya upaya dengan cara disengaja untuk menjaga satu integrasi sosial. “Yang maksudnya adalah pada gilirannya kita membuat satu kerukunan bangsa atau integrasi nasional. Jadi dari integrasi sosial itu menjelma menjadi integrasi nasional. Kebiasaan bergaul secara inklusif harus ditingkatkan," ucapnya.
(rca)
Lihat Juga :