Pesan Jenderal Dudung ke Prajurit: Lakukan Kegiatan Bermakna, Jangan Demonstrasikan Kebodohan

Selasa, 23 November 2021 - 13:22 WIB
loading...
Pesan Jenderal Dudung...
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Foto/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyadari perlunya perubahan kultur dalam organisasi TNI AD. Dirinya menekankan kepada prajurit untuk memegang prinsip selalu lakukan kegiatan yang bermakna dan jangan mendemonstrasikan kebodohan.

"Kalimat ini mengandung makna yang mendasar, bahwa prajurit TNI AD harus memiliki kultur yang esensial, dengan mengetahui esensi dari setiap kegiatan baik latihan, maupun tugas operasi," kata Dudung dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Dia memaparkan, latihan bukan sekadar menjalankan program, namun harus bermakna sesuai dengan realitas pertempuran. Menurutnya, latihan tidak harus selalu menang, agar dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang perlu ditingkatkan.

"Serta latihan harus dapat mengintegrasikan seluruh komponen organisasi secara menyeluruh, agar dapat mengetahui interaksi dan kesesuaian antar komponen tersebut," ujarnya.

Baca juga: Beri Arahan ke Pati TNI AD, Jenderal Dudung Sebut Pemimpin Harus Imajinatif

Dudung menambahkan, penataan kembali organisasi tidak membutuhkan anggaran yang besar. Akan tetapi dapat berdampak signifikan pada kesiapan tempur TNI AD. "Berharap Kesiapan tempur dan profesionalisme TNI AD ke depan tidak hanya sekadar ‘cover’ yang mewah namun tak berisi, melainkan sederhana tetapi berisi dan penuh makna," tuturnya.

Dudung mengatakan, sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat, dia akan menata kembali organisasi dari segi material maupun personel.

"TNI AD telah melakukan berbagai perubahan struktural, seperti pembentukan satuan baru, validasi organisasi, dan distribusi material. Beberapa perubahan tersebut perlu terus dievaluasi agar postur TNI AD semakin baik," ujarnya.

Dudung mengatakan, beberapa satuan TNI AD yang dinilai belum beroperasional maksimal, baik dalam segi doktrin, alutsista, maupun personel, perlu dilakukan redesain organisasi. Caranya, dengan menempatkan konsep yang tepat guna dan tepat sasaran, agar efektivitas organisasi dapat terpelihara.

"Perlunya mengambil langkah untuk membangun Postur TNI AD dimulai dari unit terkecil dan terdepan, dimaksudkan agar satu per satu satuan dimulai unit terkecil dipenuhi komponen organisasinya," jelasnya.

Menurut dia, material yang sudah tersebar di berbagai satuan perlu dipetakan, didata, dan ditata kembali agar siap operasional sesuai fungsinya, dan mencegah tidak terjadinya ‘salah guna’.

Dia menuturkan, kebijakan re-materialisasi dalam hal melengkapi dengan material yang sudah ada, dirasakan tepat, yaitu dengan cara distribusi ulang dengan prioritas pemenuhan unit terkecil dan terdepan terlebih dahulu.

"Meyakini bahwa satu per satu satuan TNI AD mulai dari perorangan, regu, peleton, hingga brigade akan terpenuhi sesuai kebutuhan daftar personel dan perlengkapan (DSPP), sehingga satuan tersebut siap bertempur, sembari mengalkulasi berapa kekurangan material yang perlu diadakan," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Dudung Ungkap Alasan...
Dudung Ungkap Alasan Dadan Dicopot karena Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Rekomendasi
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Putra Mahkota Arab Saudi:...
Putra Mahkota Arab Saudi: Israel Lakukan Genosida ke Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved