Megawati-Prabowo Sering Terlihat Dekat, Pengamat: Sinyal Koalisi PDIP-Gerindra Masih Jauh
Selasa, 23 November 2021 - 06:21 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.Foto/SINDOphoto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memang sering terlihat dekat. Meski begitu sinyal koalisi antara PDIP dan Gerindra dinilai masih sangat jauh.
Hal ini dikatakan pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio. “Kalau indikator kedekatannya pertemuan di Istana kemarin menjelang pelantikan Panglima ya enggak ke 2024 sinyalnya. Kalau soal kedekatan, mereka kan sebetulnya dekat, sudah lama bersama-sama. Tapi kalau disebut sinyal koalisinya ada atau tidak, saat ini menurut saya masih terlalu jauh,” kata Hendri, Selasa (23/11/2021).
Terkait wacana agar Prabowo berpasangan dengan Puan Maharani, Hendri menilai kurang tepat. Pasalnya elektabilitas Prabowo belum mumpuni untuk mendorong Puan Maharani.
“Elektabilitasnya (Prabowo) kan cenderung stagnan enggak nambah-nambah . Sementara Mbak Puan perlu orang yang bisa mendorong elektabilitasnya juga. Jadi masih jauh sekali. Dan kebetulan Prabowo kan punya sejarah yang kurang oke dalam perhelatan capres cawapres, lebih sering kalahnya. Jadi mungkin kalaupun dekat antara PDIP dan Gerindra mungkin Pak Prabowo justru akan mendorong Mas Sandi untuk maju gitu,” ungkapnya.
Hendri menuturkan, potensi koalisi antara Gerindra dan PDIP tetap ada meskipun kecil. Baca: Wacana Prabowo-Puan Buka Potensi Ganjar-Sandiaga Jadi Paslon
Hal ini dikatakan pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio. “Kalau indikator kedekatannya pertemuan di Istana kemarin menjelang pelantikan Panglima ya enggak ke 2024 sinyalnya. Kalau soal kedekatan, mereka kan sebetulnya dekat, sudah lama bersama-sama. Tapi kalau disebut sinyal koalisinya ada atau tidak, saat ini menurut saya masih terlalu jauh,” kata Hendri, Selasa (23/11/2021).
Terkait wacana agar Prabowo berpasangan dengan Puan Maharani, Hendri menilai kurang tepat. Pasalnya elektabilitas Prabowo belum mumpuni untuk mendorong Puan Maharani.
“Elektabilitasnya (Prabowo) kan cenderung stagnan enggak nambah-nambah . Sementara Mbak Puan perlu orang yang bisa mendorong elektabilitasnya juga. Jadi masih jauh sekali. Dan kebetulan Prabowo kan punya sejarah yang kurang oke dalam perhelatan capres cawapres, lebih sering kalahnya. Jadi mungkin kalaupun dekat antara PDIP dan Gerindra mungkin Pak Prabowo justru akan mendorong Mas Sandi untuk maju gitu,” ungkapnya.
Hendri menuturkan, potensi koalisi antara Gerindra dan PDIP tetap ada meskipun kecil. Baca: Wacana Prabowo-Puan Buka Potensi Ganjar-Sandiaga Jadi Paslon
Lihat Juga :