Bupati Kuansing Ajukan Praperadilan, KPK: Kami Siap Menghadapi

Senin, 22 November 2021 - 15:46 WIB
loading...
Bupati Kuansing Ajukan Praperadilan, KPK: Kami Siap Menghadapi
Bupati Kuansing Andi Putra (AP) mengajukan upaya hukum praperadilan dengan menggugat KPK. Lembaga antikorupsi itu pun siap untuk menghadapi praperadilan tersebut. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bupati Kuansing Andi Putra (AP) mengajukan upaya hukum praperadilan dengan menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antikorupsi itu pun siap untuk menghadapi praperadilan tersebut.

"Informasi yang kami peroleh, benar salah satu pihak terkait perkara ini mengajukan gugatan praperadilan melalui PN Jakarta Selatan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/11/2021). Baca juga: KPK Terima Pengembalian Uang Terkait Kasus Suap Perizinan HGU Sawit Kuansing

"KPK tentu siap menghadapinya," imbuhnya.

Dalam petitumnya, Andi menyebut penyidikan terhadap dirinya tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Begitu juga penetapan tersangka terhadapnya tidak berdasarkan hukum sehingga menjadi tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

"Kami memastikan bahwa seluruh proses penyidikan perkara ini telah sesuai prosedur aturan hukum sehingga optimis gugatan dimaksud akan ditolak pengadilan," tegas Ali.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Kuansing Andi Putra (AP) dan General Manager (GM) PT Adimulia Agrolestari Sudarso (SDR) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).



Keduanya ditetapkan sebagai tersangka usai KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kuansing, Riau, pada Senin 18 Oktober 2021.

Andi Putra diduga telah menerima suap sebesar Rp700 juta secara bertahap dari Sudarso terkait pengurusan izin perpanjangan HGU sawit PT Adimulia Agrolestari. Uang sebesar Rp700 juta tersebut merupakan realisasi awal dari komitmen fee yang telah disepakati oleh keduanya.

Atas perbuatannya, Sudarso selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001. Baca juga: KPK Usut Aliran Suap untuk Bupati Kuansing Lewat Ajudannya

Sedangkan Andi Putra selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) atau Pasal 11 UU Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001.
(kri)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1584 seconds (10.55#12.26)