Wapres: Masyarakat Indonesia Jadi Cermin Kerukunan Umat Beragama di Dunia
Sabtu, 20 November 2021 - 00:37 WIB
loading...
A
A
A
"Kerukunan umat beragama tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus senantiasa kita jaga dan kita pelihara," ungkapnya.
Oleh karena itu kata Wapres, majelis-majelis agama bersama pemerintah membentuk FKUB yang tugas utamanya adalah melakukan berbagai upaya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, baik dalam bentuk dialog maupun mediasi untuk mencegah terjadinya konflik atau menyelesaikan perselisihan.
"Saya memberikan apresiasi atas peran dan kontribusi FKUB sebagai media yang sangat efektif dalam membangun kerukunan, sekaligus menyelesaikan perselisihan atau konflik berlatar belakang agama," pujinya.
Namun demikian, Wapres tetap berpesan tantangan yang dihadapi FKUB sekarang ini dan ke depan semakin berat. Salah satunya tantangan era digital yang serba canggih dan informasi tersebar dengan cepat.
"Di antara informasi itu ada yang bersifat positif, tapi ada yang sifatnya negatif termasuk isu-isu yang dapat menimbulkan konflik antarumat beragama. Antara lain, melalui narasi konspiratif dan berita bohong (hoaks)," tuturnya.
Oleh karena itu kata Wapres, majelis-majelis agama bersama pemerintah membentuk FKUB yang tugas utamanya adalah melakukan berbagai upaya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, baik dalam bentuk dialog maupun mediasi untuk mencegah terjadinya konflik atau menyelesaikan perselisihan.
"Saya memberikan apresiasi atas peran dan kontribusi FKUB sebagai media yang sangat efektif dalam membangun kerukunan, sekaligus menyelesaikan perselisihan atau konflik berlatar belakang agama," pujinya.
Namun demikian, Wapres tetap berpesan tantangan yang dihadapi FKUB sekarang ini dan ke depan semakin berat. Salah satunya tantangan era digital yang serba canggih dan informasi tersebar dengan cepat.
"Di antara informasi itu ada yang bersifat positif, tapi ada yang sifatnya negatif termasuk isu-isu yang dapat menimbulkan konflik antarumat beragama. Antara lain, melalui narasi konspiratif dan berita bohong (hoaks)," tuturnya.
Lihat Juga :