Kepala BKKBN Hasto Wardoyo Tegaskan Stunting Hanya Bisa Diatasi dengan Kolaborasi

Rabu, 17 November 2021 - 16:54 WIB
loading...
A A A
BKKBN memastikan proses reproduksi masyarakat dapat dikawal dengan baik. Para Pendamping Keluarga ini akan mengarahkan kepada setiap penduduk selama seribu hari pertama kehidupan bayi. “Seribu hari pertama ini sangat menentukan bayi akan tumbuh stunting atau tidak. Para Pendamping Keluarga ini akan mengarahkan penduduk untuk cek status gizi, dan perkembangan bayi,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebuah desa yang berpenduduk 3.000 orang misalnya, itu akan ada 21 pernikahan setiap tahun, atau sekitar dua pernikahan setiap bulan. Pendamping Keluarga sudah mulai bekerja mendampingi pasangan yang mau menikah. “Mengecek kesehatan mereka, layak hamil atau tidak,” ujarnya.

Dalam melakukan pendampingan, Pendamping Keluarga tentu juga dibekali berbagai strategi mengingat tingkat heterogenitas masyarakat Indonesia, baik budaya, agama, dan kelas sosial, yang sangat tinggi. “Kami bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, psikolog, ahli parenting, dan lain-lain,” kata Hasto.

Beberapa kasus yang sering dihadapi adalah penolakan berbasis agama, dan kepercayaan banyak anak banyak rejeki. “Para Pendamping Keluarga tidak akan sendirian untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini. Pada masyarakat kelas menengah yang kritis misalnya, kami tentu akan menurunkan psikolog atau pakar parenting supaya target merasa nyaman,” tuturnya.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo Tegaskan Stunting Hanya Bisa Diatasi dengan Kolaborasi

Aplikasi Elsimil
Untuk mempermudah kerja Pendamping Keluarga, BKKBN juga telah meluncurkan aplikasi digital Elsimil (Elektronik siap nikah siap hamil). Melalui aplikasi ini Pendamping Keluarga mendata riwayat pernikahan, kehamilan, dan kelahiran penduduk. “Mereka mengentri setiap data baru yang masuk, by name by adress. Sehingga dapat dipantau sebaik mungkin untuk menjaga kehamilan hingga bayi berusia dua tahun,” ucapnya.

Hasto menekankan bahwa mencegah stunting itu penting, mencegah juga lebih baik daripada mengatasi. “Maka marilah semua keluarga jangan malu, cegah lahirnya anak stunting, cek selalu status gizi, pada seribu hari kehidupan pertama. Jangan hamil kalau tidak terencana,” katanya mengingatkan.

Stunting sangat mempengaruhi masa depan anak dan dalam skala lebih luas mempengaruhi masa depan bangsa. Stunting itu tidak hanya pertumbuhan badan kurang maksimal, jadi kerdil, pendek. Otaknya pun tidak berkembang, dan pada usia di atas 40 tahun mulai sakit-sakit. Dengan kondisi seperti itu stunting menghalangi seorang anak untuk meraih cita-citanya. Menjadi tidak produktif, sehingga akhirnya menjadi beban negara.

“Kritik saya jangan besar-besarkan preweding, tapi prekonsepsi, 1000 hari pertama sangat penting, masa ini adalah pembentukan kemampuan dasar, intelektualitasnya, pendengarannya, motoriknya dll. Maka saat 1.000 hari pertama terabaikan, maka anak kita akan lahir stunting dengan ciri tinggi badan kurang, intelektual kurang, dan di hari tua sakit-sakitan,” katanya

Bayi lahir stunting juga bisa mengakibatkan emosional mental disorder. Saat ini jumlah generasi yang mengalami emosional mental disorder angkanya 9,8 persen. “Lihat saja, kalau ada 100 remaja, maka akan ada sembilan yang agak error. Diajak belajar susah, susah diajak bicara, atau sebaliknya bicara melulu, karena punya waham, waham kebesaran,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved