Luhut Peringatkan Peningkatan Kasus dan Jumlah Rawat di Jawa-Bali
Senin, 15 November 2021 - 21:32 WIB
loading...
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat terus berhati-hati. Pasalnya, ada indikasi peningkatan Rt atau angka reproduksi efektif. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta, agar masyarakat terus berhati-hati dengan Covid-19. Pasalnya, ada indikasi peningkatan Rt atau angka reproduksi efektif.
Baca juga: Kaji Tes PCR Jadi Syarat Lagi, Luhut: Pemerintah Konsisten, Penyakitnya yang Tidak
Hal ini yang menunjukkan sinyal peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir ini. Selain itu juga terlihat dari beberapa kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan perawatan mingguan.
Baca juga: Luhut Tegaskan Pemerintah Agresif Dorong Industri Obat Dalam Negeri
Khusus wilayah Jawa-Bali terdapat 29% Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu. Kemudian 34% Kabupaten Kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.
Apalagi saat ini menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang menunjukkan peningkatan mobilitas. "Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru)," kata Luhut dari keterangan persnya, Senin (15/11/2021).
"Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi Periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021," tambahnya.
Luhut juga mengingatkan, saat ini terdapat 47% Kabupaten/Kota di Jawa Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi untuk lansia nya masih di bawah 50%. Lalu 75% Kabupaten/Kota di Jawa Bali yang suntikan vaksinasi dosis kedua-nya masih di bawah 50%.
"Lebih rinci lagi, masih ada 16 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis 1 yang masih di bawah 50%," pungkasnya.
Baca juga: Kaji Tes PCR Jadi Syarat Lagi, Luhut: Pemerintah Konsisten, Penyakitnya yang Tidak
Hal ini yang menunjukkan sinyal peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir ini. Selain itu juga terlihat dari beberapa kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan perawatan mingguan.
Baca juga: Luhut Tegaskan Pemerintah Agresif Dorong Industri Obat Dalam Negeri
Khusus wilayah Jawa-Bali terdapat 29% Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu. Kemudian 34% Kabupaten Kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.
Apalagi saat ini menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang menunjukkan peningkatan mobilitas. "Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru)," kata Luhut dari keterangan persnya, Senin (15/11/2021).
"Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi Periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021," tambahnya.
Luhut juga mengingatkan, saat ini terdapat 47% Kabupaten/Kota di Jawa Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi untuk lansia nya masih di bawah 50%. Lalu 75% Kabupaten/Kota di Jawa Bali yang suntikan vaksinasi dosis kedua-nya masih di bawah 50%.
"Lebih rinci lagi, masih ada 16 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis 1 yang masih di bawah 50%," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :