Menteri LHK: Mangrove Salah Satu Simbol Pemulihan Lingkungan
Minggu, 14 November 2021 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
"Nanti ketika pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dilangsungkan di Indonesia, tentang lingkungan dan khususnya mangrove akan menjadi bagian penting pesan Bapak Presiden kepada para pemimpin negara lain," terang Siti.
Sebagai informasi, kawasan mangrove yang terjaga dengan baik dapat memberikan manfaat secara ekonomi dan ekologi. Mangrove dapat menjadi tempat hidup biota laut bernilai ekonomis penting bagi masyarakat.
"Selain itu, mangrove juga banyak dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata oleh masyarakat sehingga dapat memberikan mata pencaharian," ujar Siti.
Diketahui, yang hadir dalam rapat ini yakni Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono, Gubernur Bali Wayan Koster, Duta Besar dan utusan tetap Indonesia untuk PBB Dian Triansyah serta para pejabat dari Kementerian LHK dan Kementerian PUPR.
Kemudian perwakilan dari Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta para ahli mangrove dan penasihat senior menteri LHK dan staf khusus Menteri, juga Dirut Jasa Marga dan unsur-unsur profesional perencanaan dan akademisi serta aktivis dan pejabat Pemda Provinsi Bali.
Sebagai informasi, kawasan mangrove yang terjaga dengan baik dapat memberikan manfaat secara ekonomi dan ekologi. Mangrove dapat menjadi tempat hidup biota laut bernilai ekonomis penting bagi masyarakat.
"Selain itu, mangrove juga banyak dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata oleh masyarakat sehingga dapat memberikan mata pencaharian," ujar Siti.
Diketahui, yang hadir dalam rapat ini yakni Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono, Gubernur Bali Wayan Koster, Duta Besar dan utusan tetap Indonesia untuk PBB Dian Triansyah serta para pejabat dari Kementerian LHK dan Kementerian PUPR.
Kemudian perwakilan dari Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta para ahli mangrove dan penasihat senior menteri LHK dan staf khusus Menteri, juga Dirut Jasa Marga dan unsur-unsur profesional perencanaan dan akademisi serta aktivis dan pejabat Pemda Provinsi Bali.
(maf)
Lihat Juga :