PP Fatayat NU Gelar Literasi Digital Wujudkan Perempuan Bijak dan Cerdas Bermedia
Jum'at, 12 November 2021 - 22:27 WIB
loading...
Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati mengatakan tujuan acara ini untuk mendorong para perempuan NU untuk turut memberikan edukasi digital yang baik kepada keluarga dan organisasi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Halaqoh Alim Ulama dan Perempuan NU telah menggelar acara Gerakan Literasi Digital Fatayat NU dengan tema “Mewujudkan Perempuan Bijak dan Cerdas Bermedia” sejak Rabu (10/11) dan berakhir pada Jumat (12/11/2021). Acara ini diselenggarakan atas kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama PP Fatayat NU .
Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan tujuan acara ini untuk mendorong para perempuan NU untuk turut memberikan edukasi digital yang baik kepada keluarga dan organisasi. "Makin tingginya intensitas pemakaian gawai pada masa pandemi, akan jauh lebih bijaksana jika ada kontrol-kontrol yang baik agar perkembangan teknologi digital mampu membawa banyak dampak kebaikan. Bukan sebaliknya," ujarnya saat membuka acara. Baca juga: Yahya Staquf Yakin Pemerintah Tidak Akan Campur Tangan dalam Muktamar ke-34 NU
Menurutnya, dampak negatif yang kian marak oleh akses-akses digital yang kurang bertanggung jawab adalah sesuatu yang perlu disikapi oleh berbagai pihak, khususnya Fatayat NU yang memiliki kader dengan rentan usia produktif. Fatayat NU harus segera mengambil bagian dalam menyikapi akselerasi perubahan di media dengan berbagai dinamika dan effect yang menyertainya.
"Perubahan adalah sunnatullah yang pasti terjadi dan akan terus terjadi, yang patut dipermasalahkan adalah bagaimana menyikapi perubahan tersebut. Posisi Fatayat NU, dengan DNA dan karakter NU yang senantiasa sesuai dan seiring dengan hukum perubahan itu sendiri," tuturnya.
Anggia mengingatkan untuk selalu berpegang teguh pada prinsip aswaja (ahlussunah wal jamaah) agar kader-kader Fatayat NU dapat mengantisipasi perkembangan teknologi digital yang tidak terbendung.
Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan tujuan acara ini untuk mendorong para perempuan NU untuk turut memberikan edukasi digital yang baik kepada keluarga dan organisasi. "Makin tingginya intensitas pemakaian gawai pada masa pandemi, akan jauh lebih bijaksana jika ada kontrol-kontrol yang baik agar perkembangan teknologi digital mampu membawa banyak dampak kebaikan. Bukan sebaliknya," ujarnya saat membuka acara. Baca juga: Yahya Staquf Yakin Pemerintah Tidak Akan Campur Tangan dalam Muktamar ke-34 NU
Menurutnya, dampak negatif yang kian marak oleh akses-akses digital yang kurang bertanggung jawab adalah sesuatu yang perlu disikapi oleh berbagai pihak, khususnya Fatayat NU yang memiliki kader dengan rentan usia produktif. Fatayat NU harus segera mengambil bagian dalam menyikapi akselerasi perubahan di media dengan berbagai dinamika dan effect yang menyertainya.
"Perubahan adalah sunnatullah yang pasti terjadi dan akan terus terjadi, yang patut dipermasalahkan adalah bagaimana menyikapi perubahan tersebut. Posisi Fatayat NU, dengan DNA dan karakter NU yang senantiasa sesuai dan seiring dengan hukum perubahan itu sendiri," tuturnya.
Anggia mengingatkan untuk selalu berpegang teguh pada prinsip aswaja (ahlussunah wal jamaah) agar kader-kader Fatayat NU dapat mengantisipasi perkembangan teknologi digital yang tidak terbendung.
Lihat Juga :