Menakar Peluang Airlangga-Ganjar Hadapi Prabowo-Puan di Pilpres 2024

Jum'at, 12 November 2021 - 17:33 WIB
loading...
Menakar Peluang Airlangga-Ganjar...
Wacana duet Prabowo-Puan berhadapan dengan Airlangga-Ganjar muncul ke permukaan saat Waketum Golkar Nurdin Halid membuka peluang menggaet Gubernur Jateng itu. Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Peta pertarungan partai politik jelang Pilpres 2024 terus memunculkan sejumlah nama. Wacana duet Prabowo-Puan berhadapan dengan Airlangga -Ganjar muncul ke permukaan saat Waketum Golkar Nurdin Halid membuka peluang menggaet Gubernur Jawa Tengah (Jateng) tersebut.

Baca juga: Golkar Buka Peluang Duetkan Airlangga-Ganjar di Pilpres 2024

"Saya pikir pernyataan Nurdin Halid itu merespons adanya kedekatan PDIP dan Gerindra, sehingga memicu Golkar untuk pasang badan terhadap Ganjar Pranowo, mendampingi Airlangga Hartarto apabila skenario Prabowo-Puan itu terjadi," kata pengamat politik dari LIPI, Wasisto Raharjo, Jumat (12/11/2021).

Baca juga: Dukung Prabowo dan Puan Maharani di Pilpres 2024, Relawan Deklarasikan Poros Prabowo-Puan

Wasisto menjelaskan, Airlangga berpotensi besar menggaet Ganjar Pranowo. Mengingat menteri perekonomian tersebut membutuhkan pasangan yang populer untuk menaikkan elektabilitasnya.

Terkait partai politik (parpol) lainnya yang akan berkoalisi ke PDI-P atau Golkar, hal ini tergantung tren elektabilitas para calon ke depan.

"Misal Ganjar dan Prabowo bisa konsisten di posisi lima besar dan begitu pula dengan Prabowo, maka hal itu berdampak munculnya 'perang bintang'. Di mana sebagian partai-partai memihak ke kubu Golkar dan sebagian ke PDIP," ujarnya.

Ia menduga, pasangan Airlangga-Ganjar kemungkinan akan didukung oleh Partai Demokrat dan Nasdem. Partai-partai ini bisa merapat karena didorong perlunya menyudahi dominasi PDIP yang sudah 10 tahun berkuasa.

Wasisto menilai, peluang menang di Pilpres 2024 pasangan Prabowo-Puan dan Airlangga-Ganjar 50:50. Faktor yang mempengaruhi keterpilihan kedua pasangan adalah kebutuhan akan kesempatan sama sebagai formatur pemerintahan dan keinginan publik untuk memilih capres dan cawapres dari kalangan nonelite.

Wasisto mengatakan, peluang Ganjar untuk "membelot" sebenarnya menunggu momentum tepat. Ganjar dinilai, tidak mau terbawa ego untuk segera pindah dari partai lain, karena senantiasa menduduki 5 besar capres populer.

Selain itu, Ganjar terlihat berada di dua kaki yakni mencitrakan diri sebagai kader yang loyal pada PDIP sambil membiarkan publik mengangkat dirinya sebagai capres ideal lewat berbagai lembaga survei.

"Momen (Ganjar pindah) ketika Megawati sudah semakin kuat mengangkat putrinya sebagai kandidat yang diusung PDIP," ujarnya.

Warsisto menilai, kepindahan Ganjar akan benar-benar terealisasi sebelum masa pendaftaran kandidat dalam Pilpres 2024. Persepsi positif publik kepada Ganjar akan semakin meningkat apabila nanti ada berbagai macam sindiran dari elite PDIP kepadanya.

"Sebenarnya, persepsi positif dan negatif kembali lagi pada manuver politik yang akan diambil Ganjar nanti, karena bila mengalir sendiri tanpa hanyut ke arus deras sebenarnya Ganjar sudah mendapat citra positif," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Angkat Nanik...
Prabowo Angkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Presiden Prabowo Salat...
Presiden Prabowo Salat Iduladha Bareng Diaspora Indonesia di Paris
Prabowo: Saya Kalau...
Prabowo: Saya Kalau ke Luar Negeri Sangat Dihormati, Banyak Negara Minta Bantuan Kita
Prabowo: Waktu Saya...
Prabowo: Waktu Saya Enggak Berkuasa, Ibu Mega juga Bantu Saya di Bidang Ekonomi
Momen Prabowo Mencari...
Momen Prabowo Mencari Kopi saat Pidato di Rapat Paripurna DPR
Disambut Puan Maharani,...
Disambut Puan Maharani, Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Rekomendasi
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Berita Terkini
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Infografis
10 Kota Terkotor di...
10 Kota Terkotor di Dunia 2024, Enam di Antaranya di India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved