Melacak Jejak Harimau Jawa, Raja Rimba yang Menolak Punah (1)
Kamis, 11 November 2021 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, tim juga mendapat bantuan dari yayasan "The Tiger Foundation" berupa 15 unit kamera inframerah dalam rangka memfasilitasi upaya sensus. Hasil sensus mengatakan bahwa tidak ada harimau Jawa, hanya sedikit mangsa, banyak pemburu liar.
Sensus dilakukan karena adanya laporan dari beberapa orang staf taman nasional serta warga setempat yang menduga bahwa harimau Jawa masih ada. Bahkan lama setelah sensus, dan lagi-lagi dinyatakan harimau Jawa telah punah, perdebatan tentang masih ada tidaknya harimau Jawa masih sangat ramai.
Yang membuat penasaran, meski sudah dinyatakan punah sejumlah jejak yang diduga kuat milik harimau Jawa masih banyak ditemukan. Pada November 2008, sesosok jasad wanita tak dikenal (pendaki gunung) ditemukan di Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah, yang diduga meninggal karena serangan harimau. Penduduk desa yang menemukan tubuhnya juga mengklaim beberapa penampakan harimau di sekitarnya.
baca juga: Ini Tempat Terakhir di Dunia, di Mana Gajah, Badak, Orangutan dan Harimau Hidup Bersama
Dugaan penampakan lain terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Januari 2009. Beberapa warga mengaku telah melihat harimau betina dengan dua anaknya berkeliaran di dekat sebuah desa yang berdekatan dengan Gunung Lawu. Berita ini memicu kepanikan massal. Pemerintah setempat menemukan beberapa jejak segar di lokasi. Namun, pada saat itu, hewan-hewan yang dimaksud sudah lenyap.
Setelah letusan Gunung Merapi pada Oktober 2010, dua warga Indonesia telah mengklaim penampakan dari bekas cakar kucing besar di abu sisa, yang memicu rumor bahwa harimau atau macan tutul berkeliaran di peternakan yang ditinggalkan untuk mencari makanan. Personel dari taman nasional di dekatnya tidak berpikir bahwa itu bekas cetakan kaki dari harimau Jawa.
Sensus dilakukan karena adanya laporan dari beberapa orang staf taman nasional serta warga setempat yang menduga bahwa harimau Jawa masih ada. Bahkan lama setelah sensus, dan lagi-lagi dinyatakan harimau Jawa telah punah, perdebatan tentang masih ada tidaknya harimau Jawa masih sangat ramai.
Yang membuat penasaran, meski sudah dinyatakan punah sejumlah jejak yang diduga kuat milik harimau Jawa masih banyak ditemukan. Pada November 2008, sesosok jasad wanita tak dikenal (pendaki gunung) ditemukan di Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah, yang diduga meninggal karena serangan harimau. Penduduk desa yang menemukan tubuhnya juga mengklaim beberapa penampakan harimau di sekitarnya.
baca juga: Ini Tempat Terakhir di Dunia, di Mana Gajah, Badak, Orangutan dan Harimau Hidup Bersama
Dugaan penampakan lain terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Januari 2009. Beberapa warga mengaku telah melihat harimau betina dengan dua anaknya berkeliaran di dekat sebuah desa yang berdekatan dengan Gunung Lawu. Berita ini memicu kepanikan massal. Pemerintah setempat menemukan beberapa jejak segar di lokasi. Namun, pada saat itu, hewan-hewan yang dimaksud sudah lenyap.
Setelah letusan Gunung Merapi pada Oktober 2010, dua warga Indonesia telah mengklaim penampakan dari bekas cakar kucing besar di abu sisa, yang memicu rumor bahwa harimau atau macan tutul berkeliaran di peternakan yang ditinggalkan untuk mencari makanan. Personel dari taman nasional di dekatnya tidak berpikir bahwa itu bekas cetakan kaki dari harimau Jawa.
Lihat Juga :