Dukung Said Aqil di Muktamar NU, PCNU Se-Kalbar: Kami Punya Hubungan Batin
Rabu, 10 November 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
“Yang kami catat dari beliau ini, kalau dipuji tidak terbang dicaci pun tidak tumbang. Indonesia masih butuh karakter yang seperti ini. Jujur kalau Kiai Yahya kami belum begitu kenal. Yang kami tahu beliau Katib ‘Aam itu saja,” paparnya.
Baca juga: Muktamar NU Ke-34 Diikuti 2.295 Peserta, Setiap Wilayah dan Cabang 3 Utusan
Yang tak kalah menarik adalah sikap terbuka PCNU Sintang. Di tengah penuturan sejumlah PCNU yang merasa kurang nyaman karena mendapatkan tekanan bertubi-tubi, Ketua PCNU Sintang Syaiful Anam justru mengaku sebaliknya. Dia siap mundur dari kursi pejabat Kementerian Agama jika itu yang harus dibayar sebagai risiko politik atas dukungannya kepada Said Aqil.
“Meskipun saya seorang Kemenag saya berani beda. PCNU Sintang sejak awal Insya Allah komitmen ke beliau. Saya pernah menyatakan siap mundur dari ASN untuk sebuah urusan, apalagi urusan ini,” tandasnya.
Sikap yang sama juga dinyatakan PCNU Ketapang. Ketua PCNU H Satuki Huddin mengaku sudah terikat seperti hubungan santri-guru dengan para pengurus NU, termasuk PBNU sejak dia dilantik. ”Terlebih ini kepentingan maslahahnya sudah jelas ya. Kami sebagai santri sami’na wa atha’na,” tuturnya.
Baca juga: Muktamar NU Ke-34 Diikuti 2.295 Peserta, Setiap Wilayah dan Cabang 3 Utusan
Yang tak kalah menarik adalah sikap terbuka PCNU Sintang. Di tengah penuturan sejumlah PCNU yang merasa kurang nyaman karena mendapatkan tekanan bertubi-tubi, Ketua PCNU Sintang Syaiful Anam justru mengaku sebaliknya. Dia siap mundur dari kursi pejabat Kementerian Agama jika itu yang harus dibayar sebagai risiko politik atas dukungannya kepada Said Aqil.
“Meskipun saya seorang Kemenag saya berani beda. PCNU Sintang sejak awal Insya Allah komitmen ke beliau. Saya pernah menyatakan siap mundur dari ASN untuk sebuah urusan, apalagi urusan ini,” tandasnya.
Sikap yang sama juga dinyatakan PCNU Ketapang. Ketua PCNU H Satuki Huddin mengaku sudah terikat seperti hubungan santri-guru dengan para pengurus NU, termasuk PBNU sejak dia dilantik. ”Terlebih ini kepentingan maslahahnya sudah jelas ya. Kami sebagai santri sami’na wa atha’na,” tuturnya.
(muh)
Lihat Juga :