Marak Deklarasi Capres 2024, Cuma Test The Water atau Serius?
Rabu, 10 November 2021 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, sejumlah pemuda dan pemudi Aceh bersama dengan Dewan Koordinator Wilayah (DKW) Garda Bangsa se-Provinsi Aceh di Tugu Kilometer Nol, Sabang, Aceh, Rabu (27/10/2021) juga telah mendeklarasikan dukungan untuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin maju menjadi capres 2024. Lalu, apakah deklarasi para relawan untuk sejumlah tokoh tersebut serius atau hanya sekadar test the water?
“Tumbuh suburnya relawan pendukung calon presiden ini kan pertama muncul di Indonesia marak-maraknya 2014, mungkin sebelumnya ada tapi belum kelihatan,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Rabu (10/11/2021).
Baca: Kelompok Sipil ANIES Deklarasikan Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden 2024
Menurut dia, partisipasi politik masyarakat pada 2014 sudah cukup besar. Sehingga, lanjut dia, partisipasi politik masyarakat itu tidak hanya sekadar mencoblos di tempat pemungutan suara, tapi kini sudah berbentuk relawan dan melakukan kerja-kerja politik untuk kandidat masing-masing.
“Selain itu, yang paling penting dicatat adalah tahun 2014 relawan politik bisa nge-push atau memaksakan calonnya ke partai politik, dan itu terjadi pada Pak Jokowi,” imbuhnya.
“Tumbuh suburnya relawan pendukung calon presiden ini kan pertama muncul di Indonesia marak-maraknya 2014, mungkin sebelumnya ada tapi belum kelihatan,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Rabu (10/11/2021).
Baca: Kelompok Sipil ANIES Deklarasikan Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden 2024
Menurut dia, partisipasi politik masyarakat pada 2014 sudah cukup besar. Sehingga, lanjut dia, partisipasi politik masyarakat itu tidak hanya sekadar mencoblos di tempat pemungutan suara, tapi kini sudah berbentuk relawan dan melakukan kerja-kerja politik untuk kandidat masing-masing.
“Selain itu, yang paling penting dicatat adalah tahun 2014 relawan politik bisa nge-push atau memaksakan calonnya ke partai politik, dan itu terjadi pada Pak Jokowi,” imbuhnya.
Lihat Juga :