Jaksa Agung Diminta Tindak Tegas Aparat Kejaksaan yang Tak Serius Berantas Korupsi
Senin, 08 November 2021 - 23:48 WIB
loading...
Ketua Relawan Gerakan Indonesia untuk Jokowi (GiJOW) Ates Pasaribu meminta Jaksa Agung, ST Burhanuddin tindak tegas menindak aparat kejaksaan yang masih nakal. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Relawan Gerakan Indonesia untuk Jokowi (GiJOW) Ates Pasaribu meminta Jaksa Agung, ST Burhanuddin lebih tegas menindak aparat kejaksaan yang masih nakal dan tidak bersungguh-sungguh dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
“Jaksa Agung perlu segera bersih-bersih pejabat atau aparat kejaksaan yang terindikasi tidak patuh dan tidak punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi,” kata Ates di Jakarta, Senin (8/11/2021).
Ates mengungkapkan, tindakan tegas atau punishment diperlukan agar seluruh insan kejaksaan solid dan punya visi yang sama. Menurutnya, jika ada pejabat atau aparat kejaksaan yang terindikasi melakukan tindak korupsi dan tidak patuh dengan arahan Presiden Jokowi, maka Jaksa Agung harus segera memecat pejabat tersebut. “Sementara itu, bagi pejabat dan aparat kejaksaan yang telah berkinerja baik, Jaksa Agung perlu memberikan reward yang setimpal,” ujarnya.
Baca juga: Arief Poyuono: Serangan ke Jaksa Agung Upaya Mengganggu Penegakkan Hukum
Terkait munculnya isu pribadi yang mengarah kepada Jaksa Agung, Ates melihat ada muatan politis dari pola serangan terhadap pribadi Jaksa Agung. Menurutnya, serangan itu bertujuan menghentikan proses hukum dari kasus yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.
"Tuduhan bersifat pribadi yang dialamatkan kepada Jaksa Agung boleh jadi pola serangan yang bermuatan politis. Serangan fitnah ini wujud dari upaya untuk menghentikan proses atau penindakan hukum dari Kejaksaan Agung RI terhadap kasus-kasus besar," ujarnya.
“Jaksa Agung perlu segera bersih-bersih pejabat atau aparat kejaksaan yang terindikasi tidak patuh dan tidak punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi,” kata Ates di Jakarta, Senin (8/11/2021).
Ates mengungkapkan, tindakan tegas atau punishment diperlukan agar seluruh insan kejaksaan solid dan punya visi yang sama. Menurutnya, jika ada pejabat atau aparat kejaksaan yang terindikasi melakukan tindak korupsi dan tidak patuh dengan arahan Presiden Jokowi, maka Jaksa Agung harus segera memecat pejabat tersebut. “Sementara itu, bagi pejabat dan aparat kejaksaan yang telah berkinerja baik, Jaksa Agung perlu memberikan reward yang setimpal,” ujarnya.
Baca juga: Arief Poyuono: Serangan ke Jaksa Agung Upaya Mengganggu Penegakkan Hukum
Terkait munculnya isu pribadi yang mengarah kepada Jaksa Agung, Ates melihat ada muatan politis dari pola serangan terhadap pribadi Jaksa Agung. Menurutnya, serangan itu bertujuan menghentikan proses hukum dari kasus yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.
"Tuduhan bersifat pribadi yang dialamatkan kepada Jaksa Agung boleh jadi pola serangan yang bermuatan politis. Serangan fitnah ini wujud dari upaya untuk menghentikan proses atau penindakan hukum dari Kejaksaan Agung RI terhadap kasus-kasus besar," ujarnya.
Lihat Juga :