Arief Poyuono: Serangan ke Jaksa Agung Upaya Mengganggu Penegakkan Hukum
Minggu, 07 November 2021 - 13:07 WIB
loading...
Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menilai, serangan ke Kejagung, termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin pribadi, merupakan bentuk propaganda koruptor. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menilai, serangan gencar terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin secara pribadi, merupakan bentuk propaganda para koruptor untuk mengganggu upaya penegakan hukum.
Baca juga: Diterpa Isu Poligami, DPR: Jaksa Agung Kerjanya Bagus dan Lurus, Pasti Banyak yang Gerah
Kata Arief, serangan itu diduga untuk mendelegitimasi upaya pemberantasan korupsi yang gencar dilakukan Kejaksaan Agung.
"Dipastikan orang orang yang menyerang kepribadian dari Jaksa Agung dengan isu murahan dan tidak benar adalah kaki tangan para koruptor yang mulai ketar ketir dengan gebrakan Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus kasus korupsi kelas kakap," kata Arief melalui keterangan tertulisnya, Minggu (7/11/2021).
Arief menyebut, serangan para koruptor itu terlihat dari gencarnya serangan terhadap institusi Kejagung, bahkan terhadap Jaksa Agung Burhanuddin secara pribadi, dalam beberapa waktu terakhir.
"Kampungan banget, mencoba menghancurkan pribadi Jaksa Agung yang sedang bekerja memberantas, mengungkap, dan menangkap para pelaku korupsi di Indonesia," ujar Arief.
Menurut Arief, dalam melakukan serangan balik, para koruptor tersebut memanfaatkan kaki tangan atau kolaborator, baik dari luar maupun internal penegak hukum, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap Kejagung.
Baca juga: Diterpa Isu Poligami, DPR: Jaksa Agung Kerjanya Bagus dan Lurus, Pasti Banyak yang Gerah
Kata Arief, serangan itu diduga untuk mendelegitimasi upaya pemberantasan korupsi yang gencar dilakukan Kejaksaan Agung.
"Dipastikan orang orang yang menyerang kepribadian dari Jaksa Agung dengan isu murahan dan tidak benar adalah kaki tangan para koruptor yang mulai ketar ketir dengan gebrakan Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus kasus korupsi kelas kakap," kata Arief melalui keterangan tertulisnya, Minggu (7/11/2021).
Arief menyebut, serangan para koruptor itu terlihat dari gencarnya serangan terhadap institusi Kejagung, bahkan terhadap Jaksa Agung Burhanuddin secara pribadi, dalam beberapa waktu terakhir.
"Kampungan banget, mencoba menghancurkan pribadi Jaksa Agung yang sedang bekerja memberantas, mengungkap, dan menangkap para pelaku korupsi di Indonesia," ujar Arief.
Menurut Arief, dalam melakukan serangan balik, para koruptor tersebut memanfaatkan kaki tangan atau kolaborator, baik dari luar maupun internal penegak hukum, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap Kejagung.
Lihat Juga :