Polri Sita 6,9 Ton Sabu dan Ganja, Waspada! Peredaran Narkoba Menggila

Jum'at, 05 Juni 2020 - 07:34 WIB
loading...
A A A
Penangkapan diawali dengan penelusuran tim terhadap jenis kapal yang mengangkut narkoba tersebut. Setelah kapal dipastikan tiba, tim menangkap dua orang kru kapal di Pelabuhan Ratu dengan barang bukti awal 2 kg sabu-sabu. Selanjutnya tim mengembangkan pengungkapan dan berhasil menangkap empat orang lain di Sukaraja, Sukabumi. Dari lokasi itu polisi menyita 400 kg sabu-sabu dalam 339 bungkus plastik bening yang telah dibungkus rapi. Kini para tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan persangkaan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan mengapresiasi kinerja kepolisian yang tidak lengah di tengah kesibukan negara menangani Covid-19. "BNN dan Polri masih bisa bekerja dengan baik dan intelijen mereka bekerja bahwa situasi begini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dalam melakukan aktivitasnya. Ternyata, ada persoalan yang sangat penting bahwa kondisi ini oleh mafia-mafia narkoba digunakan sebagai kesempatan," kata Trimedya kemarin. (Baca juga: Kasus 402 Kg Sabu, DPR Desak Negara Perang terhadap Narkoba)

Politikus PDIP ini mengatakan, dilihat dari berbagai temuan kasus yang ada, kondisi darurat narkoba di Indonesia belum juga berubah. Karena itu, menurut Trimedya, perang terhadap narkoba tidak boleh dilakukan setengah hati. Dia menilai, selama ini perang terhadap narkoba belum dilakukan secara maksimal. "Pak Jokowi kan sering memperingatkan ketika Hari Antinarkoba, nah itu harus disertai dengan anggarannya," kata Trimedya.

Kebijakan anggaran dalam pemberantasan narkoba sangat penting karena aparat di lapangan tidak mungkin bisa maksimal mengungkap kasus jika tanpa disertai anggaran cukup. "Ya, misalnya temuan di Sukabumi itu kan butuh anggaran besar untuk mengungkapnya. Perintah Presiden untuk perang terhadap narkoba ya memang harus benar-benar dijalankan sungguh-sungguh. Kan polisi dalam mengungkap tidak sedikit biaya untuk mengungkap. Di sana ada informan yang bekerja. Nah, indeks untuk kasus narkoba ke depan kalau sudah selesai soal korona ini harus menjadi perhatian Presiden," tuturnya.

Selain itu, kata Trimedya, Polri harus terus mengungkap jaringan mafia narkoba karena mereka tidak mungkin bekerja sendirian. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka memiliki jaringan ke penegak hukum dan para pengambil kebijakan di negara ini. "Dan kalau sampai ke sana, ya Polri dan BNN jangan ragu-ragu untuk mengungkap tuntas. Bisa kita bayangkan kalau ini tidak diberantas, bagaimana nasib generasi muda kita? Lihat di kalangan artis, misalnya, hampir tiap bulan terungkap. Ngeri kita-kita yang punya anak remaja atau mahasiswa ini," tuturnya. (Baca juga: Jenderal Idham Azis Minta Optimalkan Anggaran Berbasis Kinerja)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Kejagung Imbau Publik...
Kejagung Imbau Publik Tak Beropini terkait Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Kejagung Tunggu Hasil...
Kejagung Tunggu Hasil Penyidikan Polri soal Penggeledahan Sejumlah Lokasi
Gus Lilur Minta Penggeledahan...
Gus Lilur Minta Penggeledahan 12 Lokasi Jangan Digiring Pertarungan Polisi Vs Jaksa
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp 60 Miliar dari Kafe di Cipete
Penggeledahan Kafe di...
Penggeledahan Kafe di Cipete Berlanjut hingga Malam, Brimob Masih Berjaga
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Rekomendasi
Kisah Maroko di Piala...
Kisah Maroko di Piala Dunia 2026: Cuma 7 Pemain Kelahiran Tanah Asal, Mayoritas dari Eropa
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Berita Terkini
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah Uang Assalammualaikum
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved