Demokrat Tersinggung, Fahri Hamzah Sentil Lagi Oposisi
Jum'at, 05 November 2021 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Fahri mengungkapkan yang dilakukan oposisi saat ini bukan mengawasi. “Tapi hanya komen-komen yang tidak jelas dan dibarengi oleh pencitraan, potong gaji, bansos, sumbangan kiri kanan yang sebetulnya bukan merupakan tugas dari pada lembaga pengawas dan oposisi, tetapi itu sebenarnya tugas eksekutif,” kata Fahri Hamzah.
Baca: Sindiran Fahri Hamzah Soal Harta Pejabat Naik Selama Pandemi
Fahri menegaskan bahwa tugas utama dari lembaga legislatif adalah betul-betul melakukan pengecekan secara detail aspek aturan, anggaran dan hal-hal lain yang berbasis kepada regulasi serta administrasi keuangan yang ada. “Sekali lagi ini sangat penting, tidak boleh dianggap remeh,” tuturnya.
Fahri pun menanggapi pernyataan Kamhar Lakumani yang menyinggung partai barunya. “Partai Gelora sebagai partai baru yang belum punya instrumen untuk mengawasi pemerintah wajib mengingatkan semua partai politik yang punya kursi di parlemen untuk bekerja sungguh-sungguh dalam situasi krisis seperti ini, jangan main-main dan jangan anggap remeh tugas pengawasan, sebab tanpa pengawasan yang baik, jalannya pemerintahan bisa membahayakan keselamatan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia,” pungkas Fahri.
Baca: Sindiran Fahri Hamzah Soal Harta Pejabat Naik Selama Pandemi
Fahri menegaskan bahwa tugas utama dari lembaga legislatif adalah betul-betul melakukan pengecekan secara detail aspek aturan, anggaran dan hal-hal lain yang berbasis kepada regulasi serta administrasi keuangan yang ada. “Sekali lagi ini sangat penting, tidak boleh dianggap remeh,” tuturnya.
Fahri pun menanggapi pernyataan Kamhar Lakumani yang menyinggung partai barunya. “Partai Gelora sebagai partai baru yang belum punya instrumen untuk mengawasi pemerintah wajib mengingatkan semua partai politik yang punya kursi di parlemen untuk bekerja sungguh-sungguh dalam situasi krisis seperti ini, jangan main-main dan jangan anggap remeh tugas pengawasan, sebab tanpa pengawasan yang baik, jalannya pemerintahan bisa membahayakan keselamatan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia,” pungkas Fahri.
(rca)
Lihat Juga :