Holding BUMN Diharapkan Membantu Mewujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia
Kamis, 04 Juni 2020 - 17:00 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menyusun peta jalan (roadmap) menggabungkan Perum Bulog dengan PTPN dan RNI dalam klaster pangan. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menyusun peta jalan (roadmap) menggabungkan Perum Bulog dengan PTPN dan RNI dalam klaster pangan. Untuk mendorong terbentuknya rantai industri pangan perusahaan BUMN yang terkonsolidasi dari hulu ke hilir.
Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah mendukung rencana tersebut sebagai bentuk komitmen negara untuk memenuhi hak pangan setiap warga. ”Inisiatif (Holding BUMN Pangan) perlu kita dukung dan secara prinsip bagus ya, artinya berartikan negara menunjukan komitmen yang kuat untuk memenuhi hak pangan setiap warga negara dan salah satunya intrumenya melalui BUMN,” ujar Said Abdullah, Kamis (4/6/2020). (Baca juga: Update Corona 4 Juni 2020: 28.818 Positif, 8.892 Sembuh dan 1.721 Meninggal Dunia)
Menurut Said, pembentukan Holding BUMN Pangan diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia sehingga persoalan pangan lebih terkontrol dan bisa meningkatkan produksi sehingga impor pangan dari luar negeri bisa ditekan.
“Semoga dengan adanya penggabungan ini jadi lebih manageable, lalu produksi lebih baik sehingga kita tidak perlu banyak impor dari luar harapannya kan itu,” kata Said
Lanjut Said, selama ini persoalan pangan lebih banyak diurus swasta, oleh korporasi non-pemerintahan dan itu cenderung liar dalam arti kontrolnya sama sekali tidak ada. “Mereka (swasta) bisa memanipulasi soal stock soal distribusi dan seterusnya,” jelas dia.
Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah mendukung rencana tersebut sebagai bentuk komitmen negara untuk memenuhi hak pangan setiap warga. ”Inisiatif (Holding BUMN Pangan) perlu kita dukung dan secara prinsip bagus ya, artinya berartikan negara menunjukan komitmen yang kuat untuk memenuhi hak pangan setiap warga negara dan salah satunya intrumenya melalui BUMN,” ujar Said Abdullah, Kamis (4/6/2020). (Baca juga: Update Corona 4 Juni 2020: 28.818 Positif, 8.892 Sembuh dan 1.721 Meninggal Dunia)
Menurut Said, pembentukan Holding BUMN Pangan diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia sehingga persoalan pangan lebih terkontrol dan bisa meningkatkan produksi sehingga impor pangan dari luar negeri bisa ditekan.
“Semoga dengan adanya penggabungan ini jadi lebih manageable, lalu produksi lebih baik sehingga kita tidak perlu banyak impor dari luar harapannya kan itu,” kata Said
Lanjut Said, selama ini persoalan pangan lebih banyak diurus swasta, oleh korporasi non-pemerintahan dan itu cenderung liar dalam arti kontrolnya sama sekali tidak ada. “Mereka (swasta) bisa memanipulasi soal stock soal distribusi dan seterusnya,” jelas dia.
Lihat Juga :