Ribuan Vaksin di Kudus Kedaluwarsa, Satgas: Pemda Jangan Menunda Vaksinasi

Kamis, 04 November 2021 - 19:46 WIB
loading...
Ribuan Vaksin di Kudus...
Sebanyak 4.000 vaksin AstraZeneca di Kudus, Jawa Tengah, dikabarkan kedaluwarsa. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebanyak 4.000 vaksin AstraZeneca di Kudus, Jawa Tengah, dikabarkan kedaluwarsa . Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan agar hal ini menjadi pelajaran seluruh pihak.

Dia meminta pemerintah daerah (pemda) tidak menunda-nunda pelaksanaan vaksinasi agar vaksin tidak menjadi kedaluwarsa.

"Hendaknya hal ini menjadi pembelajaran bagi seluruh unsur dalam sistem kesehatan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota untuk tidak menunda proses vaksinasi," katanya dalam konferensi persnya, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Hampir Kedaluwarsa, Bekasi Hibahkan Vaksin Covid-19 ke Sejumlah Kota

Dia menegaskan bahwa vaksin saat ini adalah sesuatu yang sangat berharga. Pasalnya tidak mudah bagi pemerintah untuk mendapatkan vaksin.

"Karena vaksin ini sangat berharga untuk melindungi masyarakat di daerahnya masing-masing. Selain itu masyarakat harus proaktif menyambangi titik vaksinasi. Ingat bahwa akses terhadap vaksin tidak mudah untuk kita dapatkan. Sehingga harus sangat dihargai dan dipergunakan secara maksimal," katanya.

Wiku mengungkapkan hingga 1 November 2021 terdapat 40 juta dosis vaksin covid-19 di daerah. Di mana setidaknya sudah 241 juta dosis vaksin yang didistribusikan ke seluruh daerah ke Tanah Air.

Baca juga: Gawat! Lebih dari 100 Orang Swedia Disuntik dengan Vaksin COVID-19 Kedaluwarsa

"Jumlah stok ini cukup untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi dalam satu bulan ke depan karena laju vaksinasi di Indonesia saat ini mencapai 50 juta dosis dalam 5 minggu," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Wamendagri: Kepemimpinan...
Wamendagri: Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif di Daerah Sangat Penting
Prabowo Minta Kampus...
Prabowo Minta Kampus Bentuk Tim Bantu Pemda Selesaikan Masalah di Daerah
Buntut Kasus Daycare...
Buntut Kasus Daycare di Yogyakarta, DPR Desak Pemda Evaluasi Izin Seluruh Tempat Titip Anak
Mendagri dan Kepala...
Mendagri dan Kepala BPOM Dorong Pemda Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
Kemendagri Apresiasi...
Kemendagri Apresiasi Inovasi Pemda Turunkan Angka Pengangguran
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Berita Terkini
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved