Menuju Normal Baru, Komunikasi Internal Pemerintah Harus Diperbaiki

Kamis, 04 Juni 2020 - 21:02 WIB
loading...
A A A
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian memahami adanya terpaan kritikan mengenai buruknya komunikasi internal pemerintah. Menurutnya, arahan Presiden harusnya menjadi sumber utama bagi pembuat kebijakan di bawah. “Saya kira komunikasi yang terjadi di bawah harus bersumbu pada arahan Presiden. Ini sudah dibahas dan dijadikan acuan publik agar pejabat negara harus satu aras yang sama yaitu perintah Presiden, sehingga enggak lagi terkesan tidak adanya koordinasi,” beber Donny.

Dia menegaskan setiap pemangku kebijakan di tingkat kementerian/lembaga, pemerintah daerah harusnya mengikuti arahan tunggal dari presiden. Keputusan yang dibuat harus sejalan dan tidak melenceng sehingga bisa dipahami utuh oleh publik. “Menerjemahkan itu harus dengan narasi yang menenangkan, tidak lagi membingungkan. Makanya koordinasi itu harus ikut arahan Presiden,” ujarnya. (Baca juga: Pemerintah Akan Umumkan Zona Kuning Corona Senin Mendatang)

Dia pun berharap seluruh kalangan bisa memahami maksud dan tujuan penerapan normal baru. Menurutnya, era itu mengajarkan perlunya kebiasaan sehat kehidupan sehari-hari seperti menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan protokol kesehatan lainnya. “Dengan normal baru, kebiasaan sehat itu, ada potensi penularan penyakit berkurang. Jadi ada faedahnya. Ini yang harus jadi satu budaya dan kebiasaan sehingga ada optimisme,” tukasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai keberhasilan penanganan wabah Covid-19 tidak terlepas dari peran kepala daerah. Menurutnya, para gubernur hingga bupati dan wali kota merupakan perpanjangtanganan presiden. “Bisa saja modifikasi dengan kearifan lokal. Tapi tujuannya sama, sejalan dengan arahan presiden. Harus bisa menerjemahkan dengan baik,” kata Ganjar.

Menurut dia, menyamakan narasi pusat dan daerah itu memang tidak mudah. Apalagi, setiap daerah memiliki kultur berbeda-beda. “Makanya kalau ada yang merasa kebingungan dengan kebijakan pusat, berkomunikasi. Ada baiknya, pemimpin juga bertanya, telepon dan klarifikasi sehingga bisa mengerti,” tukasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kenapa Pemilik Land...
Kenapa Pemilik Land Cruiser Tua Tetap Setia di Tengah Serbuan Mobil Listrik?
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved