Waspada La Nina, BMKG Warning Intensitas Hujan Tinggi hingga November
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 09:43 WIB
loading...
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, telah mengeluarkan rilis di bulan Oktober terkait La Nina di Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) telah mengeluarkan rilis di bulan Oktober terkait fenomena La Nina di wilayah Indonesia. Hal ini dikatakan Kepala BMKG , Dwikorita Karnawati, dalam Rakornas BMKG, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: Peringatan Dini, BMKG: Waspada Hujan Lebat Siang dan Sore Hari
Rilis ini didasarkan pada hasil monitoring atau deteksi dini pada suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Telah melewati ambang batas yaitu mengalami anomali pendinginan sebesar minus 0,63 pada dasarian ketiga September 2021 yang lalu.
Baca juga: BMKG Imbau Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Malou
Saat ini masih bertahan di angka 0,3 tersebut di bulan Oktober ini. "Oleh karena itu kami menyampaikan prediksi bahwa La Nina mulai terjadi di wilayah Indonesia terutama dengan intensitas lemah sampai moderat atau pertengahan," ungkap Dwikorita dalam Rakornas BMKG, Jumat (29/10/2021).
Bahkan, Dwikorita mengatakan, saat ini pihaknya telah mendapatkan perkembangan suhu muka laut di Samudra Pasifik ekuator semakin mendingin lagi yang saat ini anomalinya sudah mencapai minus 0,92 yang tadinya baru minus 0,63 yang mengindikasi penguatan intensitas.
"Artinya apabila mencapai 1 itu artinya sudah mulai terjadi La Nina dengan intensitas moderat. Artinya penguatan ini semakin meningkat," ucapnya.
Baca juga: Peringatan Dini, BMKG: Waspada Hujan Lebat Siang dan Sore Hari
Rilis ini didasarkan pada hasil monitoring atau deteksi dini pada suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Telah melewati ambang batas yaitu mengalami anomali pendinginan sebesar minus 0,63 pada dasarian ketiga September 2021 yang lalu.
Baca juga: BMKG Imbau Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Malou
Saat ini masih bertahan di angka 0,3 tersebut di bulan Oktober ini. "Oleh karena itu kami menyampaikan prediksi bahwa La Nina mulai terjadi di wilayah Indonesia terutama dengan intensitas lemah sampai moderat atau pertengahan," ungkap Dwikorita dalam Rakornas BMKG, Jumat (29/10/2021).
Bahkan, Dwikorita mengatakan, saat ini pihaknya telah mendapatkan perkembangan suhu muka laut di Samudra Pasifik ekuator semakin mendingin lagi yang saat ini anomalinya sudah mencapai minus 0,92 yang tadinya baru minus 0,63 yang mengindikasi penguatan intensitas.
"Artinya apabila mencapai 1 itu artinya sudah mulai terjadi La Nina dengan intensitas moderat. Artinya penguatan ini semakin meningkat," ucapnya.
Lihat Juga :