Jokowi Sebut agar Penanganan Pandemi Efektif Butuh Kondisi yang Stabil
Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:51 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Upaya penanganan pandemi Covid-19 telah menunjukkan banyak kemajuan. Sekitar 7 miliar dosis vaksin telah disuntikkan dan jumlah kasus baru di tingkat global juga terus menurun sejak Agustus.
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Jokowi: Kepemimpinan Bukan Soal Posisi dan Jabatan
Hal ini dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Jokowi: Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Harus Diperkuat
"Penanganan pandemi yang lebih efektif membutuhkan situasi yang kondusif yaitu stabilitas, keamanan dan perdamaian," ujarnya dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (28/10/2021).
Menurut Presiden Jokowi, selama pandemi justru terjadi trajektori negatif dalam dinamika geopolitik kawasan. Rivalitas antara kekuatan besar juga terus menjadi permasalahan terbesar sehingga menyulitkan untuk bersatu dan mengambil aksi bersama.
"Tidak ada yang diuntungkan dari berlanjutnya situasi ini dan kita harus segera mengakhirinya," ungkap Presiden.
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Jokowi: Kepemimpinan Bukan Soal Posisi dan Jabatan
Hal ini dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Jokowi: Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Harus Diperkuat
"Penanganan pandemi yang lebih efektif membutuhkan situasi yang kondusif yaitu stabilitas, keamanan dan perdamaian," ujarnya dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (28/10/2021).
Menurut Presiden Jokowi, selama pandemi justru terjadi trajektori negatif dalam dinamika geopolitik kawasan. Rivalitas antara kekuatan besar juga terus menjadi permasalahan terbesar sehingga menyulitkan untuk bersatu dan mengambil aksi bersama.
"Tidak ada yang diuntungkan dari berlanjutnya situasi ini dan kita harus segera mengakhirinya," ungkap Presiden.
Lihat Juga :