Menag Yaqut Buka Suara soal Polemik Kemenag Hadiah untuk NU
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:58 WIB
loading...
Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan penjelasan setelah ucapannya mengenai Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah negara untuk NU berkembang liar. FOTO/DOK.KEMENAG
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agam (Menag) Yaqut Cholil Qoumas akhirnya buka suara setelah ucapannya mengenai Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah negara untuk NU berkembang liar. Menurutnya, pernyataan itu disampaikan dalam forum internal keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bertujuan memotivasi santri dan pesantren.
"Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," kata Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, di Solo seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).
"Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati," ujarnya.
Gus Yaqut juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama. "Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja," katanya.
"Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," kata Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, di Solo seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).
"Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati," ujarnya.
Gus Yaqut juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama. "Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja," katanya.
Lihat Juga :