Sukmawati Pindah Agama Hindu, Muhammadiyah: Umat Islam Tidak Perlu Bereaksi

Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:38 WIB
Sukmawati Pindah Agama Hindu, Muhammadiyah: Umat Islam Tidak Perlu Bereaksi
Sekum PP Muhammadiyah Abdul Muti pun mengimbau umat Islam tidak merespons secara berlebihan terkait perpindahan agama Sukmawati Soekarnoputri ke Hindu. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden pertama Soekarno memutuskan pindah Agama dari Islam ke Hindu.

Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti pun mengimbau agar umat Islam tidak merespons secara berlebihan. "Umat Islam tidak perlu bereaksi berlebihan. Itu peristiwa personal biasa," ucap Abdul saat dihubungi MNC Portal, Minggu (24/10/2021).

Abe Mu'ti sapaan akrabnya menilai itu merupakan pilihan pribadi beliau. Dia berharap Sukmawati berbahagia dan mendapat ketenangan. "Itu pilihan pribadi Ibu Sukmawati. Semoga beliau berbahagia dan mendapatkan ketenangan dengan beragama Hindu," jelasnya. Baca juga: Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Ini Ritual yang Harus Dijalani

Diberitakan sebelumnya, Sukmawati akan menjalani ritual pindah agama pada Selasa, 26 Oktober 2021. Ritual bernama Sudhi Wadani itu akan digelar di rumah Nyoman Rai Srimben, ibunda Bung Karno di Jalan Mayor Metra, Singaraja, Buleleng. Baca juga: Profil Sukmawati Sukarnoputri, Usia 70 Tahun Pindah Agama Hindu di Tanah Leluhurnya Bali



Anggota DPD Arya Wedakarna dipercaya menyiapkan prosesi tersebut. "Iya benar itu. Saya ditunjuk beliau (Sukmawati) untuk mengatur upacara di Bali," katanya ketika dihubungi, Jumat (22/10/2021) malam.

Menurutnya, keputusan Sukmawati pindah agama telah mendapat restu keluarga besar Bung Karno, yaitu Megawati Soekarnoputri, Guntur Soekarnoputra dan Guruh Soekarnoputra.

Ketiga anak Sukmawati juga telah memberikan izin, yaitu Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, Gusti Raden Ayu Putri Agung Suniwati dan Muhammad Putra Perwira Utama.

Sukmawati memutuskan pindah Hindu karena ingin kembali ke agama leluhurnya. "Nenek beliau Nyoman Rai Sirimben asal Singaraja juga seorang Hindu. Jadi beliau juga menginginkan tempatnya bukan di Jakarta tapi di Bali," ujar Wedakarna.

Kepala Sukarno Center Bali ini menambahkan, panitia telah menyebarkan undangan kepada seluruh keluarga besar Bung Karno, Presiden Jokowi dan seluruh menteri kabinet Indonesia Maju. "Sejauh ini persiapan sudah baik dan tinggal pelaksanaan saja," katanya.
(cip)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1541 seconds (10.101#12.26)