Santri Harus Tetap Mandiri
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 06:07 WIB
loading...
Santri kini semakin diandalkan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang lebih berdaya saing. FOTO/WAWAN BASTIAN
A
A
A
Gegap gempita menyambut Hari Santri Nasional tahun 2021 menjadi suasana segar bagi dunia pendidikan yang sudah hidup sejak sebelum masa kemerdekaan dan tetap eksis hingga abad teknologi digital sekarang ini. Bahkan diyakini jumlah pesantren tumbuh sangat pesat hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Kementerian Agama mencatat jumlah pesantren hingga pertengahan 2021 adalah 26.000-an, sementara data lain menyebutkan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 31.000. Sedangkan jumlah santrinya lebih dari 4 jutaan.
Dari sisi jumlah pesantren dan santrinya saja, terlihat betapa besar potensi sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia. Yang membanggakan lagi, sebagian besar pesantren itu tumbuh dan berkembang secara mandiri dan alami. Mandiri karena mereka tidak bergantung kepada satu atau dua lembaga tertentu sebagai sumber pendanaan dan pengembangan infrastruktur fisik.
Tapi berkembang karena kepercayaan masyarakat sekitar serta wali santri yang mempercayakan pendidikan putra putrinya ke pesantren yang dikelola dengan baik sebagai tempat pendidikan akhlak dan karakter yang sesuai dengan tuntunan agama.
Beda dengan sekolah biasa atau sekolah umum yang tidak memprogramkan anak didiknya mondok atau menginap di asrama, pesantren menerapkan pola mondok bagi para santrinya sejak lama. Dan pola ini terbukti mampu menghasilkan santri-santri tangguh dengan kecerdasan intelektual, emosional dan kecerdasan spiritual yang mumpuni. Dan pola mondok ini pun terbukti dan teruji melahirkan santri-santri yang mampu menjawab berbagai tantangan jaman dari era sebelum kemerdekaan hingga abad digital saat ini,
Kementerian Agama mencatat jumlah pesantren hingga pertengahan 2021 adalah 26.000-an, sementara data lain menyebutkan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 31.000. Sedangkan jumlah santrinya lebih dari 4 jutaan.
Dari sisi jumlah pesantren dan santrinya saja, terlihat betapa besar potensi sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia. Yang membanggakan lagi, sebagian besar pesantren itu tumbuh dan berkembang secara mandiri dan alami. Mandiri karena mereka tidak bergantung kepada satu atau dua lembaga tertentu sebagai sumber pendanaan dan pengembangan infrastruktur fisik.
Tapi berkembang karena kepercayaan masyarakat sekitar serta wali santri yang mempercayakan pendidikan putra putrinya ke pesantren yang dikelola dengan baik sebagai tempat pendidikan akhlak dan karakter yang sesuai dengan tuntunan agama.
Beda dengan sekolah biasa atau sekolah umum yang tidak memprogramkan anak didiknya mondok atau menginap di asrama, pesantren menerapkan pola mondok bagi para santrinya sejak lama. Dan pola ini terbukti mampu menghasilkan santri-santri tangguh dengan kecerdasan intelektual, emosional dan kecerdasan spiritual yang mumpuni. Dan pola mondok ini pun terbukti dan teruji melahirkan santri-santri yang mampu menjawab berbagai tantangan jaman dari era sebelum kemerdekaan hingga abad digital saat ini,
Lihat Juga :