Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Mudik ke Kampus Tegalboto Unej
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 16:32 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Nurul Ghufron mudik kembali ke Kampus Tegalboto, Universitas Jember (Unej), Jumat (22/10/2021). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Nurul Ghufron mudik kembali ke Kampus Tegalboto, Universitas Jember (Unej) , Jumat (22/10/2021). Kedatangan pria yang juga dosen Fakultas Hukum Unej ini membawa dua agenda.
Agenda pertama adalah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara KPK dengan Unej. Kedua dalam rangka memberikan kuliah umum bertema Membangun Integritas Bangsa di Pendidikan sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa. Baca juga: Nurul Ghufron Janji Bongkar Beking Azis Syamsuddin di KPK
Kuliah umum digelar secara luring terbatas dihadiri oleh para Wakil Dekan III dan perwakilan mahasiswa dari BEM dan BPM. Sementara 2000 lebih mahasiswa lainnya mengikuti kuliah umum secara daring.
Dalam kuliah umumnya, pria yang akrab dipanggil Ghufron ini menegaskan kembali pentingnya menjaga integritas dan marwah dunia pendidikan termasuk kampus sebagai lembaga yang mencetak intelektual. Pasalnya jika dunia pendidikan gagal mencetak lulusan yang berintegritas maka potensi tindak pidana korupsi akan terus muncul.
“Ada data yang menunjukkan 86 persen koruptor yang ditangkap KPK adalah lulusan perguruan tinggi, tentu ini ironis sekali. Oleh karena itu perguruan tinggi wajib mencetak lulusan yang berintegritas, dan untuk membentuk jiwa integritas ini dapat dicapai dengan tiga langkah, yakni memperbaiki tata nilai, tata kelola, dan tata kesejahteraan,” ujarnya.
Agenda pertama adalah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara KPK dengan Unej. Kedua dalam rangka memberikan kuliah umum bertema Membangun Integritas Bangsa di Pendidikan sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa. Baca juga: Nurul Ghufron Janji Bongkar Beking Azis Syamsuddin di KPK
Kuliah umum digelar secara luring terbatas dihadiri oleh para Wakil Dekan III dan perwakilan mahasiswa dari BEM dan BPM. Sementara 2000 lebih mahasiswa lainnya mengikuti kuliah umum secara daring.
Dalam kuliah umumnya, pria yang akrab dipanggil Ghufron ini menegaskan kembali pentingnya menjaga integritas dan marwah dunia pendidikan termasuk kampus sebagai lembaga yang mencetak intelektual. Pasalnya jika dunia pendidikan gagal mencetak lulusan yang berintegritas maka potensi tindak pidana korupsi akan terus muncul.
“Ada data yang menunjukkan 86 persen koruptor yang ditangkap KPK adalah lulusan perguruan tinggi, tentu ini ironis sekali. Oleh karena itu perguruan tinggi wajib mencetak lulusan yang berintegritas, dan untuk membentuk jiwa integritas ini dapat dicapai dengan tiga langkah, yakni memperbaiki tata nilai, tata kelola, dan tata kesejahteraan,” ujarnya.
Lihat Juga :