Soal Nama Jalan Mustafa Kemal Ataturk, Fahri Hamzah Berseberangan dengan Fadli Zon
Kamis, 21 Oktober 2021 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
"Ia adalah sang penakluk Konstantinopel pada 1453 pada usia 21 tahun. Namanya tercatat sebagai conqueror termuda sepanjang sejarah, lebih muda dari Alexander the Great," kata Fali Zon dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021).
Namun, usulan Fadli Zon tersebut dimentahkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Untuk urusan ini, Fahri tampaknya berbeda pendapat dengan sahabatnya tersebut.
Baca juga: Bukan Mustafa Kemal Ataturk, Fadli Zon Usul Muhammad al Fatih sebagai Nama Jalan di Jakarta
"Bro, Bener ini Alfatih mau disejejerin sama Soekarno? Tukerannya kan itu? Kalau ane lihat gak pas bro. Jalan alfatih di jakarta vs jalan walisongo di ankara pas lah. Ngomong ke gubernur sohib lu tu," cuit Fahri Hamzah di akun resmi Twitter-nya, @Fahrihamzah, Kamis (21/10/2021).
Fahri menjelaskan bahwa dalam kasus penamaan jalan ini sama dengan konsep sister city, yakni resiprokal atau bersifat saling berbalasan. Setelah disepakati, maka Indonesia dan Turki menandatangani kesepakatan tersebut. "Bukan maunya kita sepihak. jadi jangan sepihak," tulis Fahri.
Menurutnya, posisi Soekarno dan Mustafa Kemal Ataturk adalah equal. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghormati Mustafa Kemal Ataturk sebagai Bapak Turki Moderen sebagaimana Soekarno bagi Indonesia. Attaturk telah diterima dalam hall of fame bangsa Turki dengan segala kekurangannya seperti Sukarno oleh bangsa Indonesia. Keduanya adalah nama yang dipakai untuk keakraban dua negara.
Namun, usulan Fadli Zon tersebut dimentahkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Untuk urusan ini, Fahri tampaknya berbeda pendapat dengan sahabatnya tersebut.
Baca juga: Bukan Mustafa Kemal Ataturk, Fadli Zon Usul Muhammad al Fatih sebagai Nama Jalan di Jakarta
"Bro, Bener ini Alfatih mau disejejerin sama Soekarno? Tukerannya kan itu? Kalau ane lihat gak pas bro. Jalan alfatih di jakarta vs jalan walisongo di ankara pas lah. Ngomong ke gubernur sohib lu tu," cuit Fahri Hamzah di akun resmi Twitter-nya, @Fahrihamzah, Kamis (21/10/2021).
Fahri menjelaskan bahwa dalam kasus penamaan jalan ini sama dengan konsep sister city, yakni resiprokal atau bersifat saling berbalasan. Setelah disepakati, maka Indonesia dan Turki menandatangani kesepakatan tersebut. "Bukan maunya kita sepihak. jadi jangan sepihak," tulis Fahri.
Menurutnya, posisi Soekarno dan Mustafa Kemal Ataturk adalah equal. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghormati Mustafa Kemal Ataturk sebagai Bapak Turki Moderen sebagaimana Soekarno bagi Indonesia. Attaturk telah diterima dalam hall of fame bangsa Turki dengan segala kekurangannya seperti Sukarno oleh bangsa Indonesia. Keduanya adalah nama yang dipakai untuk keakraban dua negara.
Lihat Juga :