Relawan Deklarasi Anies dan Ganjar, Siapa Paling Berpeluang Digandeng Parpol?
Kamis, 21 Oktober 2021 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Sahabat Ganjar Deklarasi Serentak di 51 Kota Usung Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024
Dia juga menilai parpol akan berhati-hati untuk mendeklarasikan Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo. Sebab, masa jabatan Anies sebagai gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada 2022, sedangkan Ganjar akan berakhir pada 2023.
“Apakah mereka kuat dan punya daya tahan maintenance elektabilitasnya, apakah tetap lampu elektoralnya moncer atau justru redup karena tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah, partai politik setidaknya bakal menguji dulu,” kata Pangi.
Maka itu, dia menyimpulkan tidak terlalu penting elektabilitas yang tinggi, karena hanya akan menjadi hiasan media massa. “Kalau kemudian otoritas tiket tidak dapat, tetap otoritas kendaraan partai pengusung tergantung elite ketua umum partai politik. Boleh jadi, jauh lebih sulit mereka memenangkan hati ketua umum partai yang punya remote control tiket partai capres ketimbang memenangkan hati rakyat lewat pemilu,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai yang paling berpeluang digandeng parpol adalah yang memiliki elektabilitas tinggi hingga mendekati pendaftaran capres dan cawapres di KPU. “Karena dia yang memiliki elektabilitas tinggilah yang punya peluang menang. Dan di situlah partai-partai akan datang,” kata Ujang kepada SINDOnews dihubungi terpisah.
Dia juga menilai parpol akan berhati-hati untuk mendeklarasikan Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo. Sebab, masa jabatan Anies sebagai gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada 2022, sedangkan Ganjar akan berakhir pada 2023.
“Apakah mereka kuat dan punya daya tahan maintenance elektabilitasnya, apakah tetap lampu elektoralnya moncer atau justru redup karena tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah, partai politik setidaknya bakal menguji dulu,” kata Pangi.
Maka itu, dia menyimpulkan tidak terlalu penting elektabilitas yang tinggi, karena hanya akan menjadi hiasan media massa. “Kalau kemudian otoritas tiket tidak dapat, tetap otoritas kendaraan partai pengusung tergantung elite ketua umum partai politik. Boleh jadi, jauh lebih sulit mereka memenangkan hati ketua umum partai yang punya remote control tiket partai capres ketimbang memenangkan hati rakyat lewat pemilu,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai yang paling berpeluang digandeng parpol adalah yang memiliki elektabilitas tinggi hingga mendekati pendaftaran capres dan cawapres di KPU. “Karena dia yang memiliki elektabilitas tinggilah yang punya peluang menang. Dan di situlah partai-partai akan datang,” kata Ujang kepada SINDOnews dihubungi terpisah.
(rca)
Lihat Juga :