Politisi Harus Bangun Kepercayaan Publik dengan Pendekatan Personal
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Langkah ini, kata dia, dianggapnya lebih nyata dan positif dalam membina hubungan personal dengan pemilihnya. Kehadiran pejabat publik, baik legislatif maupun eksekutif sangat urgen dan penting dalam meredam peredaran hoaks yang bertebaran di masyarakat.
“Peran pemerintah dalam pengawasan informasi digital melalui kementerian untuk menjaga ketenangan di masyarakat. Kekayaan budaya mempunyai kekuatan untuk menjaga etika, kesantunan dan ciri budaya nasional yang saling menguatkan/kepedulian dan indahnya kehidupan damai dan terhindar dari hoaks,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menyebut, anak muda Indonesia memerlukan kepribadian yang kuat sekaligus sikap yang santun dalam menerima dan menyebarkan informasi. Puan memberi contoh attitude terkait maraknya hoaks yang tersebar lewat berbagai media sosial.
Menurutnya, generasi muda harus cerdas memilah informasi, membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks di zaman yang penuh gempuran teknologi ini. Bahkan generasi muda bisa menjadi yang terdepan dalam melawan hoaks, memerangi hate speech, juga mengedepankan dialog yang cerdas tapi santun di media social.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya mengenai intelektualitas, tetapi lebih luas mengenai kecerdasan dalam seluruh perikehidupan bangsa. Oleh karena itu, jika ingin pendidikan Indonesia bersumbangsih terhadap masa depan kehidupan bangsa. Maka diperlukan fokus serta titik berat pada nation and character building,” ungkap Politikus PDI Perjuangan ini.
“Peran pemerintah dalam pengawasan informasi digital melalui kementerian untuk menjaga ketenangan di masyarakat. Kekayaan budaya mempunyai kekuatan untuk menjaga etika, kesantunan dan ciri budaya nasional yang saling menguatkan/kepedulian dan indahnya kehidupan damai dan terhindar dari hoaks,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menyebut, anak muda Indonesia memerlukan kepribadian yang kuat sekaligus sikap yang santun dalam menerima dan menyebarkan informasi. Puan memberi contoh attitude terkait maraknya hoaks yang tersebar lewat berbagai media sosial.
Menurutnya, generasi muda harus cerdas memilah informasi, membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks di zaman yang penuh gempuran teknologi ini. Bahkan generasi muda bisa menjadi yang terdepan dalam melawan hoaks, memerangi hate speech, juga mengedepankan dialog yang cerdas tapi santun di media social.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya mengenai intelektualitas, tetapi lebih luas mengenai kecerdasan dalam seluruh perikehidupan bangsa. Oleh karena itu, jika ingin pendidikan Indonesia bersumbangsih terhadap masa depan kehidupan bangsa. Maka diperlukan fokus serta titik berat pada nation and character building,” ungkap Politikus PDI Perjuangan ini.
(cip)
Lihat Juga :