Dua Babi Berjanggut di TaNa Bentarum Mati Terserang Virus ASF
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Menindaklanjuti temuan tersebut, Balai Besar TaNa Bentarum segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, kemudian membentuk tim yang melakukan pengecekan di sekitar lokasi kejadian dengan mencatat titik koordinat serta mengumpulkan informasi dari masyarakat dan pengurus desa terdekat.
“Tim juga mengambil sampel air dari Desa Tanjung Lasa dan organ babi mati di Desa Datah Diaan, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi meluasnya penyebaran virus ASF,” kata Kepala Besar TanaBentarum Wahju Rudianto kepada KORAN SINDO, Jumat (15/10/2021).
baca juga: Meski Konflik 3 Harimau di Solok Dinyatakan Tuntas, BKSDA Sumbar Tetap Pasang Kamera Trap
Menurut Wahju, Berdasarkan Surat Kepala Balai Veteriner Banjarbaru Nomor: 21001/PK.310/F.5.E/09/2021 perihal Hasil Uji Laboratorium atas sampel air dan organ babi tersebut diperoleh hasil positif terjangkit African Swine Fever (ASF).
Hasil uji laboratorium tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait yaitu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Kesehatan Hewan Jakarta; Balai Veteriner Banjarbaru Kalimantan Selatan; Dinas Perkebunan dan Peternakan Bidang Kesehatan Hewan Kalimantan Barat dan Stasiun Karantina Hewan Entikong, yang kemudian melakukan investigasi bersama di lapangan.
baca juga: 5 Fakta Menarik tentang Danau Sentarum, Kapuas Hulu yang Perlu Diketahui
“Tim juga mengambil sampel air dari Desa Tanjung Lasa dan organ babi mati di Desa Datah Diaan, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi meluasnya penyebaran virus ASF,” kata Kepala Besar TanaBentarum Wahju Rudianto kepada KORAN SINDO, Jumat (15/10/2021).
baca juga: Meski Konflik 3 Harimau di Solok Dinyatakan Tuntas, BKSDA Sumbar Tetap Pasang Kamera Trap
Menurut Wahju, Berdasarkan Surat Kepala Balai Veteriner Banjarbaru Nomor: 21001/PK.310/F.5.E/09/2021 perihal Hasil Uji Laboratorium atas sampel air dan organ babi tersebut diperoleh hasil positif terjangkit African Swine Fever (ASF).
Hasil uji laboratorium tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait yaitu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Kesehatan Hewan Jakarta; Balai Veteriner Banjarbaru Kalimantan Selatan; Dinas Perkebunan dan Peternakan Bidang Kesehatan Hewan Kalimantan Barat dan Stasiun Karantina Hewan Entikong, yang kemudian melakukan investigasi bersama di lapangan.
baca juga: 5 Fakta Menarik tentang Danau Sentarum, Kapuas Hulu yang Perlu Diketahui
Lihat Juga :