Konvensi Rakyat Berbasis Digital Perindo Beri Ruang Regenerasi Kader

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 05:13 WIB
Konvensi Rakyat Berbasis Digital Perindo Beri Ruang Regenerasi Kader
Deklarasi Konvensi Rakyat Berbasis Digital yang digagas Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT). Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Terobosan Partai Perindo tentang konvensi rakyat berbasis digital menggunakan sistem e-demokrasi dan e-voting mendapat tanggapan positif. Partai perlu melembagakan dan menyiapkan inftrastruktur untuk memfasilitasi ini.

Baca juga: Konvensi Rakyat Partai Perindo, Sekjen: Membangun Kesepakatan dan Menjaring Aspirasi di Era Digital

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Tunjung Sulaksono memberikan apresiasi, upaya yang dilakukan Partai Perindo ini termasuk dalam hal rekrutmen politik yang selama ini sering dikritik sebagai ruang gelap dalam tubuh partai.

"Jika yang dilakukan Perindo adalah upaya untuk membuat ruang gelap itu menjadi ruang yang cukup cahaya, saya kira langkah mereka itu juga harus kita apresiasi," ujar dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini, Kamis (14/10/2021).



"Kita tentu berharap mudah-mudahan upaya tersebut substantif dan bukan sekadar formalitas. Partai perlu melembagakan proses ini dan menyiapkan seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk memfasilitasi langkah ini," tambahnya.

Menurut Tunjung, membuka ruang rekrutmen seluas-luasnya bagi masyarakat atau kader nonpartai sangat dibolehkan. Meski demikian dia mengingatkan, partai punya tanggung jawab untuk melakukan kaderisasi.

Nilai-nilai dan ideologi partai akan terinternalisasi melalui proses kaderisasi tersebut sehingga diharapkan tiap kader partai akan memiliki 'tone' yang sama, yang akan menjadi ciri khas yang membedakannya dengan kader-kader partai lain.

Tunjung menyakini, teroboson yang dilakukan oleh Partai Perindo ini sangat mungkin bisa menghindari poltik uang. "Politik uang sangat mungkin bisa dikurangi lewat upaya mendiskon biaya-biaya politik," ujarnya.

Namun menurutnya, politik uang akan sulit dihilangkan jaka pola relasi antara politisi dan konstituen masih paternalistik-klientelistik.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2481 seconds (11.252#12.26)